Caption; Science Film Festival 2026 kembali hadir di 70 kota Indonesia mengusung tema Artificial Intelligence (AI) untuk mengenalkan peluang dan tantangan teknologi kepada pelajar.
JAKARTA, Fixsnews.co.id – Goethe-Institut kembali menggelar Science Film Festival edisi ke-17 di Indonesia dengan menjangkau siswa SD hingga SMA di 70 kabupaten/kota secara hybrid mulai 6 Oktober hingga 14 November 2026.
Festival tahunan ini mengusung tema Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, mengajak generasi muda memahami potensi sekaligus tantangan teknologi melalui pemutaran film edukatif dan eksperimen sains interaktif.
Sebanyak 20 film dari tujuh negara diputar secara bergantian di sekolah, universitas, pusat sains, hingga komunitas, didukung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kedutaan Besar Jerman, Rolls-Royce, serta Universitas Negeri Jakarta.
Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel, menjelaskan festival ini bertujuan mendorong refleksi kritis generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Festival ini mempertemukan penonton dengan film-film yang mengeksplorasi peran AI dalam sains, pendidikan, dan keberlanjutan, serta bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara bijak untuk menghadapi tantangan global,” ujar Constanze Michel saat pembukaan di Jakarta.
Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menekankan pentingnya pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab bagi masa depan sains.
“Kita harus memastikan bahwa AI dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab, dengan menempatkan manusia, transparansi, perlindungan data, dan integritas ilmiah sebagai landasan utama,” tegas Ralf Beste.
Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, menyebut materi film sangat relevan dengan kurikulum pembelajaran coding dan AI di sekolah.
“Film-film ini dapat membantu melihat bagaimana AI digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan terhubung dengan apa yang kalian pelajari di kelas,” tutur Maila.
Pembukaan festival di Kemendikdasmen diikuti lebih dari 250 siswa yang menyaksikan film edukasi Jerman serta mempraktikkan eksperimen sains langsung seperti Dancing Bubbles dan The Disappearing Color. (Red)
















