Atasi Kerentanan Siber Enterprise, Zentara Soroti Pentingnya Pemindaian Berkelanjutan

oleh

Caption; Zentara Technologies menyoroti empat perubahan penting dalam pengelolaan kerentanan siber enterprise, mengedepankan pemindaian cepat AVAS dan validasi ahli.

JAKARTA, Fixsnews.co.id – Perusahaan penyedia teknologi keamanan siber, Zentara Technologies, menyoroti perubahan besar dalam pendekatan pengelolaan kerentanan (vulnerability management) guna menghadapi tantangan lingkungan enterprise yang berubah cepat.

Metode penilaian (assessment) konvensional yang dilakukan secara berkala dinilai rentan tertinggal akibat tingginya dinamika perubahan aplikasi, infrastruktur, maupun konfigurasi sistem.

Untuk mengatasi hal tersebut, Zentara mendorong empat pilar transformasi utama: assessment on demand, prioritisasi berbasis exploitability, pengintegrasian output langsung ke alur kerja keamanan, serta penggunaan tenaga ahli untuk validasi mendalam.

Melalui komponen solusi AVAS buatan Zentara, pemindaian komponen enterprise dapat dilakukan secara paralel dan menyelesaikan analisis menyeluruh dalam waktu kurang dari 15 menit.

Pihak Zentara Technologies menegaskan bahwa otomatisasi pemindaian harus tetap diimbangi dengan uji pembuktian langsung oleh pakar keamanan siber.

“Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting,” tulis Zentara dalam keterangannya.

Selain itu, penentuan prioritas masalah tidak lagi berpatokan pada skor CVSS semata, melainkan mengombinasikan status known-exploited vulnerability, peran aset bisnis, serta permodelan prediktif.

Dengan menghubungkan hasil pemindaian secara langsung ke SOC, SIEM, dan DevSecOps, pengelolaan kerentanan siber dapat bertransformasi dari proyek berkala menjadi proses proteksi yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *