Harga Emas Global Terkoreksi, Analis Nilai Tren Bullish Masih Terjaga

oleh

Caption: Harga emas global terkoreksi setelah sentuh USD 5.091. Analis menilai tren bullish XAU/USD masih terjaga di tengah sentimen geopolitik dan Dolar AS.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Harga emas global kembali bergerak dinamis dalam perdagangan terakhir. Pada sesi Amerika Utara, Rabu, harga emas sempat tertekan lebih dari 1 persen setelah menyentuh level tertinggi tiga hari di kisaran USD 5.091, sebelum terkoreksi dan bertahan di area USD 4.901.

Pelemahan terjadi di tengah penguatan moderat Dolar AS serta ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, mendorong tekanan jual pada pasangan XAU/USD.

Meski terkoreksi, analis menilai penurunan tersebut belum mengubah arah tren utama emas.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyebut pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam jalur bullish berdasarkan analisis teknikal.

Ia menjelaskan, pola candlestick yang terbentuk serta sinyal indikator Moving Average menunjukkan tren naik masih terjaga. Koreksi harga dinilai sebagai fluktuasi jangka pendek di tengah volatilitas pasar.

“Selama harga emas bertahan di atas level support penting, peluang penguatan lanjutan masih terbuka,” ujar Andy dalam keterangan persnya, Kamis (5/2).

Untuk perdagangan hari ini, Dupoin Futures memproyeksikan jika sentimen beli kembali menguat, harga emas berpotensi naik menuju area resistance USD 5.142.

Namun, apabila tekanan jual kembali mendominasi, emas berpeluang terkoreksi ke area support USD 4.899, yang dinilai krusial untuk menjaga struktur tren naik jangka pendek.

Dari sisi fundamental, harga emas masih didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven. Pada sesi Asia, Kamis, harga emas tercatat kembali menguat mendekati USD 5.005.

Sentimen kehati-hatian investor meningkat seiring berkembangnya isu geopolitik, setelah laporan militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Laut Arab.

Kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik AS–Iran meningkat, meskipun kedua negara telah mengonfirmasi rencana pertemuan diplomatik di Oman.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish dinilai dapat membatasi ruang kenaikan harga emas.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Juni diperkirakan sekitar 46 persen.

Di sisi lain, penguatan Dolar AS turut menekan emas, tercermin dari kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,67.

Rilis data ekonomi AS menunjukkan gambaran beragam. Data ADP mencatat pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta di bawah ekspektasi, sementara data PMI Jasa AS justru menunjukkan aktivitas yang masih ekspansif.

Kombinasi faktor tersebut membuat volatilitas harga emas diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Dupoin Futures menilai harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Investor dan trader disarankan mencermati perkembangan geopolitik global, data ekonomi AS, serta pergerakan Dolar AS dalam menentukan strategi perdagangan.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *