Caption: Harga emas XAUUSD diprediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (3/8). Dupoin Futures menilai tren bearish berlanjut dengan target support 4.010 setelah gagal menembus resistance 4.104.
JAKARTA, Fixsnews.co.id– Pergerakan harga emas dunia XAUUSD diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (3/8/2026). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, peluang pelemahan dinilai lebih besar setelah harga kembali gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual sehingga emas berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support terdekat.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perubahan sentimen yang dapat dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS), arah kebijakan bank sentral, serta kondisi pasar global yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga emas.
Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, pergerakan emas XAUUSD pada grafik harian (Daily) masih menunjukkan tekanan bearish.
Salah satu faktor utama adalah kegagalan harga menembus dan bertahan di atas level resistance 4.104. Level tersebut masih menjadi penghalang penting bagi peluang pembalikan tren menuju penguatan.
Selama harga bergerak di bawah area resistance tersebut, Dupoin Futures menilai potensi pelemahan masih lebih besar dibandingkan peluang kenaikan berkelanjutan.
Geraldo Kofit menjelaskan, sinyal pelemahan semakin diperkuat dengan munculnya pola candlestick Bearish Engulfing di sekitar area resistance.
Pola tersebut menunjukkan tekanan jual kembali meningkat setelah upaya kenaikan harga tidak mampu dipertahankan. Kondisi ini mengindikasikan seller masih memiliki kendali terhadap arah pergerakan emas dalam jangka pendek.
Selain pola candlestick, indikator Stochastic yang masih bergerak turun juga menunjukkan momentum bearish belum mereda.
Target Koreksi Emas di Area 4.010
Berdasarkan proyeksi teknikal, Dupoin Futures memperkirakan harga emas XAUUSD berpotensi menguji area support 4.010 sebagai target terdekat.
Area tersebut menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan support gagal dipertahankan, potensi koreksi lebih dalam masih terbuka.
Sebaliknya, apabila muncul tekanan beli kuat di sekitar area tersebut, emas berpeluang mengalami rebound teknikal meski tetap membutuhkan konfirmasi tambahan.
Dolar AS dan Kebijakan The Fed Jadi Perhatian
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai pergerakan emas masih sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield).
Penguatan dolar AS dan tingginya yield obligasi dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut biasanya mendorong investor mengalihkan dana ke aset berbasis dolar.
Selain itu, pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, mulai dari inflasi, pasar tenaga kerja, aktivitas manufaktur, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed).
Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dapat meningkatkan peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Situasi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan terhadap harga emas.
Namun, apabila ekonomi AS menunjukkan tanda perlambatan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga meningkat, pelemahan dolar AS dapat menjadi katalis positif bagi emas.
Risiko Geopolitik Tetap Pengaruhi Harga Emas
Selain faktor ekonomi, perkembangan geopolitik global juga menjadi perhatian investor.
Peningkatan ketidakpastian akibat konflik internasional maupun risiko ekonomi global dapat kembali mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Kondisi tersebut berpotensi menahan tekanan jual apabila investor kembali mencari instrumen perlindungan nilai.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek emas XAUUSD masih cenderung bearish selama belum mampu menembus resistance 4.104.
Pola Bearish Engulfing dan indikator Stochastic yang masih melemah memperlihatkan dominasi seller masih cukup kuat. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan menunggu konfirmasi teknikal sebelum menentukan perubahan arah tren.(Ben)

















