Caption: Harga emas melemah akibat aksi profit taking menjelang keputusan The Fed. Meski terkoreksi ke $4.210, tren bullish masih dominan berkat ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga yang mencapai 89%.
Jakarta,Fixsnews.co.id-Harga emas (XAU/USD) kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (2/12) dan Rabu (3/12). Setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.240, emas terkoreksi akibat aksi ambil untung menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) minggu depan.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS turut memberikan tekanan tambahan. Indeks DXY bertahan di 99,44 atau naik 0,04%, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen safe haven.
Pada Rabu (3/12), harga emas kembali turun mendekati $4.210, dipicu oleh lanjutan profit taking dan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi AS seperti ADP Employment Change dan ISM Services PMI. Koreksi harian sekitar 0,65% juga menggambarkan peningkatan selera risiko global.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menjadi Penopang Tren Bullish
Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, Andy menilai ruang penurunan emas tetap terbatas. Pasar masih meyakini peluang besar pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 9–10 Desember.
Mengacu pada CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga kini mencapai 89%, naik signifikan dari 71% pekan lalu. Kondisi ini biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena menurunkan biaya opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil.
Momentum bullish juga diperkuat oleh stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun di 4,086%, serta imbal hasil riil yang bertahan di 1,856%, keduanya tidak menunjukkan kenaikan agresif yang berpotensi menekan emas.
Analisis Teknikal: Resistance $4.267 Jadi Penentu Kenaikan
Secara teknikal, struktur harga emas masih menggambarkan tren bullish yang dominan. Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average mendukung potensi penguatan lanjutan.
Andy memaparkan dua skenario pergerakan emas:
Skenario Bullish
Jika dorongan beli kembali menguat, emas berpeluang menguji resistance $4.267. Breakout pada level ini dapat membuka ruang kenaikan yang lebih tinggi.
Skenario Koreksi
Jika sentimen risk-on meningkat atau data ekonomi AS dirilis lebih kuat dari perkiraan, emas berpotensi turun ke support terdekat $4.184. Level ini menjadi batas penentu apakah tren naik jangka pendek tetap utuh.
Situasi geopolitik turut menjadi katalis tambahan. Pertemuan antara utusan AS Steve Witkoff, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta peran Jared Kushner dalam pembahasan rencana perdamaian Rusia–Ukraina memberikan sentimen beragam.
Biasanya, ketegangan geopolitik mendukung kenaikan harga emas. Sebaliknya, peluang tercapainya perdamaian dapat menekan permintaan terhadap aset safe haven tersebut.
Secara keseluruhan, meskipun emas sedang berada dalam fase koreksi sehat, peluang penguatan tetap besar. Tingginya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, stabilnya imbal hasil obligasi AS, serta analisis teknikal yang mendukung membuat bias bullish emas tetap kokoh dalam perdagangan hari ini.(red)


















