Jasa Marga Percepat Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Jawa hingga Bali

oleh

Caption: Jasa Marga mempercepat penyelesaian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I untuk memperkuat konektivitas Jawa-Bali, mempercepat logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), mempercepat penyelesaian tahap akhir pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I ruas Gending-Besuki. Proyek Strategis Nasional tersebut diharapkan memperkuat konektivitas Pulau Jawa hingga Bali sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.

Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan menunjukkan hasil yang signifikan.

Seksi 1 Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah rampung 100 persen serta mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).

Sementara Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer juga telah menyelesaikan seluruh pekerjaan jalan utama dan kini memasuki tahap penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum resmi dioperasikan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan pembangunan Jalan Tol Prosiwangi tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, jalan tol tersebut akan menjadi jalur utama distribusi komoditas unggulan di kawasan Tapal Kuda, mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga produk UMKM yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik.

“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat,” ujar Rivan.

Selain mendukung distribusi logistik, jalan tol ini juga diproyeksikan memangkas waktu tempuh secara signifikan.

Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam diperkirakan berkurang menjadi sekitar satu jam 15 menit.

Sementara perjalanan Probolinggo menuju Banyuwangi yang biasanya membutuhkan waktu hingga lima jam diproyeksikan hanya sekitar tiga jam melalui jaringan jalan tol.

Saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, ruas Tol Prosiwangi telah dibuka secara fungsional dan melayani sebanyak 226.028 kendaraan atau sekitar 12 persen lebih tinggi dibandingkan proyeksi lalu lintas yang ditetapkan.

Keberadaan jalan tol tersebut juga diyakini memperkuat akses menuju kawasan industri Paiton, memperlancar distribusi logistik ke Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang utama penyeberangan Jawa-Bali, sekaligus meningkatkan konektivitas menuju destinasi wisata unggulan seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pasir Putih Situbondo, hingga Banyuwangi.

Jasa Marga juga menilai proyek tersebut akan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan rest area, kawasan komersial, sektor perhotelan, serta fasilitas umum di sekitar simpang susun yang turut menyerap tenaga kerja lokal.

“Jalan Tol Prosiwangi akan menjadi jembatan peradaban strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Melalui jaringan tol yang semakin terintegrasi, kami berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Rivan.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik nasional, mempercepat arus barang dan jasa, memperluas peluang investasi, serta memperkuat daya saing ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *