Caption: LRT Jabodebek menjadi lokasi praktik pelayanan prima bagi 75 peserta Diklat Pengemudi Mikrotrans DKI Jakarta untuk meningkatkan standar pelayanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkualitas.
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi LRT Jabodebek menjadi lokasi praktik pelayanan prima bagi 75 peserta Diklat Sertifikasi Pengemudi Angkutan Umum Mikrotrans DKI Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di Kantor LRT Jabodebek, Jumat (27/6/2026), bertujuan meningkatkan kompetensi pengemudi sekaligus mendorong peningkatan standar pelayanan transportasi publik.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kegiatan itu, para peserta mempelajari secara langsung standar pelayanan pelanggan yang diterapkan LRT Jabodebek, mulai dari komunikasi yang efektif, etika pelayanan, penyampaian informasi perjalanan, hingga penanganan pertanyaan dan keluhan pengguna secara cepat, tepat, dan berorientasi pada solusi.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kualitas transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“LRT Jabodebek menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai standar pelayanan yang kami terapkan. Semakin banyak penyelenggara transportasi yang menerapkan standar pelayanan yang baik, semakin besar peluang masyarakat merasa nyaman dan percaya menggunakan transportasi publik,” ujarnya.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019.
Standar tersebut mencakup aspek keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan layanan, termasuk penyediaan fasilitas ramah penyandang disabilitas, ruang laktasi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Selain itu, LRT Jabodebek memperkenalkan peran Customer Care sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi perjalanan, menerima masukan, dan menangani keluhan pelanggan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Setiap hari, LRT Jabodebek menerima rata-rata sekitar 60 pesan dari pengguna melalui media sosial dan layanan Customer Care KAI121.
Dari seluruh keluhan yang diterima, lebih dari 90 persen berhasil diselesaikan, sedangkan sisanya memerlukan koordinasi lanjutan sesuai karakteristik permasalahan.
Menurut Radhitya, berbagai masukan dari pengguna menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk optimalisasi penanganan barang tertinggal, penyesuaian frekuensi perjalanan pada jam sibuk, serta penyampaian informasi yang lebih cepat apabila terjadi gangguan operasional.
Melalui kolaborasi tersebut, LRT Jabodebek berharap praktik pelayanan yang telah diterapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai moda transportasi lainnya sehingga masyarakat memperoleh layanan yang semakin aman, nyaman, dan konsisten. (Red)


















