Jelang Ramadan, Bupati Subandi Sidak RTLH dan Serahkan Bantuan di Wonoayu-Tarik

oleh

Caption: Bupati Sidoarjo Subandi jemput bola di Wonoayu dan Tarik, serahkan kursi roda serta percepat perbaikan RTLH sebelum Idulfitri. Tiga warga terima bantuan.

SIDOARJO – Menjelang Ramadan 2026, Bupati Subandi turun langsung ke lapangan menyisir wilayah Wonoayu dan Tarik, Selasa (17/2/2026). Ia menyerahkan bantuan kursi roda sekaligus mempercepat perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebelum Lebaran.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Sosial dan Baznas Sidoarjo sebagai bentuk intervensi cepat bagi warga rentan di Kabupaten Sidoarjo.

Tiga Warga Terima Kursi Roda

Tiga warga Kecamatan Wonoayu menerima bantuan kursi roda secara langsung dari Bupati.

Mereka adalah:

Achmad Kandek (60), Desa Sawocangkring, penderita saraf kejepit.

M. Khoiril Arifin (65), Desa Sawocangkring, penderita stroke.

Jumali (55), Desa Wonokalang, penderita stroke.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati juga memastikan ketiganya telah terdaftar dalam BPJS Kesehatan agar pengobatan tetap berjalan.

“Saya berharap kursi roda ini bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari, apalagi sebentar lagi Lebaran, bisa dipakai silaturahmi ke sanak saudara,” ujar Subandi.

Sidak RTLH, Target Rampung Sebelum Idulfitri

Usai penyerahan bantuan, Bupati melakukan inspeksi mendadak ke tiga rumah warga kategori RTLH.

Fokus utama sidak adalah rumah Ripin di Desa Gampingrowo. Kondisi rumah dinilai memprihatinkan, berdinding bambu dan beratap rawan roboh.

Tiga sasaran RTLH yang ditinjau:

Mardiyah (Desa Kemuning)

Ripin (Desa Gampingrowo)

Kusno (Desa Sebani)

Bupati menginstruksikan Baznas Sidoarjo agar pembangunan rumah Ripin segera dieksekusi dan ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.

“Tembok dan atap harus permanen, serta pembangunan kamar mandi layak wajib diprioritaskan,” tegasnya.

Kolaborasi Program Jemput Bola

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo, Forkopimka, Baznas Sidoarjo, dan Dinas Sosial.

Pemkab dan Forkopimka berperan sebagai pengawas lapangan, Baznas menyediakan dukungan dana taktis, sementara Dinas Sosial melakukan verifikasi penerima bantuan.

Subandi menegaskan bantuan tidak berhenti pada kursi roda dan bedah rumah. Pemkab akan terus memantau warga yang membutuhkan alat bantu lain seperti kaki palsu maupun dukungan modal usaha bagi keluarga prasejahtera.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *