Caption:Harga emas dunia melonjak hingga US$5.500 per troy ounce dan mendorong kapitalisasi pasar naik US$1,5 triliun. Tren ini meningkatkan minat investor ke emas digital seperti XAUT.
Jakarta, Fixsnews.co.id– Pasar keuangan global tengah mencatat fenomena signifikan. Harga emas dunia melonjak tajam hingga menembus level US$5.500 per troy ounce, Kamis (29/1/2026), dan mendorong kenaikan kapitalisasi pasar emas hingga US$1,5 triliun hanya dalam satu hari.
Lonjakan harga emas ini menjadi sorotan luas di berbagai platform media digital dan memengaruhi aktivitas jual beli investor global. Kenaikan tersebut juga memperkuat sentimen terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah meningkatnya ketidakpastian sistem moneter global.
Tren tersebut turut berdampak pada meningkatnya minat investor terhadap emas digital berbasis aset kripto, salah satunya Tether Gold ($XAUT), yang pergerakannya terpantau semakin aktif di pasar kripto.
Dalam laporan yang dirilis Tether pada Senin lalu, disebutkan adanya pergeseran minat investor ke aset berbasis emas, termasuk emas digital, seiring melonjaknya harga emas global yang saat itu telah melampaui US$5.100 per troy ounce.
Sebagai aset kripto yang merepresentasikan 1:1 satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT dinilai menjadi alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan di tengah gejolak ekonomi global.
Kehadiran $XAUT menawarkan kemudahan akses investasi emas dengan karakteristik likuid dan efisien, serta didukung teknologi blockchain. Kombinasi antara nilai emas fisik yang relatif stabil dan inovasi teknologi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
Di Indonesia, $XAUT telah masuk dalam whitelist aset kripto CFX, sehingga dapat diperdagangkan secara legal melalui berbagai platform pertukaran aset kripto berizin, salah satunya Bittime.
Melalui Bittime, investor dapat memperdagangkan $XAUT sekaligus memanfaatkan fitur staking fleksibel, dengan penawaran imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru, tanpa periode penguncian aset tertentu.
Fitur tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi investor yang mengusung strategi jangka panjang, sekaligus tetap membutuhkan fleksibilitas dalam mengelola aset.
Meski demikian, investasi aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, teknologi, hingga regulasi. Investor diimbau untuk melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.(red)


















