Caption: Pemkab Probolinggo melakukan penataan sistem keamanan kawasan Wisata Gunung Bromo, termasuk patroli gabungan dan optimalisasi CCTV, setelah insiden kehilangan barang turis asing.
PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id– Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menata ulang sistem keamanan kawasan wisata internasional Gunung Bromo. Langkah ini menyusul insiden kehilangan barang milik turis asal Thailand yang sempat menjadi perhatian publik.
Rapat koordinasi (rakor) strategis digelar bersama enam desa penyangga di Wisma Utjik Bromo, Desa Ngadisari, Kamis (19/2/2026). Rakor membahas penguatan pengawasan, profesionalisme operator, dan tata kelola pintu masuk utama Bromo via Probolinggo.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menekankan pentingnya citra Bromo sebagai destinasi aman. Berikut poin utama penataan yang disepakati:
Optimalisasi Teknologi: Pemasangan CCTV di titik rawan kriminal dan pemantauan arus wisatawan.
Penataan Parkir: Evaluasi dan pengaturan titik parkir resmi untuk menghindari praktik ilegal.
Penguatan Regulasi: Penegasan aturan bagi operator jeep dan pelaku jasa wisata untuk pelayanan profesional.
Patroli Gabungan: Frekuensi pengawasan ditingkatkan melibatkan Polsek Sukapura, kecamatan, dan unsur desa.
Enam desa yang terlibat aktif dalam koordinasi ini adalah Ngadisari, Wonotoro, Jetak, Ngadas, Wonokerto, dan Ngadirejo.
“Keamanan kawasan wisata adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Bromo tetap menjadi destinasi yang dipercaya dunia,” ujar Heri Mulyadi.
Kasus kehilangan barang turis asal Thailand saat ini ditangani serius oleh Polres Probolinggo. Pemerintah menghimbau pelaku wisata segera melaporkan insiden melalui sistem pelaporan terintegrasi agar penanganan cepat dilakukan.
Seluruh elemen, mulai operator jeep, tokoh masyarakat, hingga Forkopimka, berkomitmen menjaga keramahan khas Suku Tengger. Profesionalisme pelaku jasa wisata menjadi kunci agar Kabupaten Probolinggo tetap menjadi pintu utama wisatawan domestik dan mancanegara menuju Kawah Bromo.(dilli)


















