Caption:Gubernur Banten Andra Soni memulai revitalisasi kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin, Pandeglang, untuk menjaga nilai sejarah dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
PANDEGLANG, Fixsnews.co.id— Gubernur Banten Andra Soni menegaskan revitalisasi kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, bukan sekadar pembangunan fisik.
Revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tersebut ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga nilai sejarah dan religius kawasan.
Hal itu disampaikan Andra Soni usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah, Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi, pengurus kenadziran Syekh Asnawi, serta sejumlah tokoh, ulama dan tamu undangan lainnya.
Andra Soni berharap revitalisasi kawasan tersebut dimaknai sebagai gerakan bersama.
Pemprov Banten melakukan penataan infrastruktur, sementara masyarakat diharapkan menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan.
Para alim ulama dan pengelola juga diharapkan menjaga nilai serta marwah kawasan. Sementara para pelaku usaha dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Sehingga kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin tidak hanya menjadi tempat yang nyaman bagi para peziarah, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata religi, sejarah dan budaya yang membanggakan,” ujar Andra Soni.
Revitalisasi kawasan Caringin mencakup pembangunan gerbang utama, pintu masuk, musala, gazebo utama, selasar, aula tunggu, serta pintu keluar.
Ke depan, penataan tidak hanya dilakukan di kawasan inti, tetapi juga kawasan penunjang seperti tempat parkir dan kios-kios pedagang UMKM.
Penataan tersebut diarahkan agar seluruh kawasan menjadi terintegrasi dan tertata dengan baik.
Andra Soni mengatakan revitalisasi ini merupakan wujud kehadiran Pemprov Banten dalam menata kawasan ziarah Syekh Asnawi Caringin sebagai salah satu kawasan religi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual penting bagi masyarakat Banten.
Peran Syekh Asnawi dalam dakwah dan pendidikan Islam, termasuk keteladanan dan perjuangannya, terus dikenang hingga saat ini.
“Sehingga makam beliau setiap tahunnya dikunjungi oleh peziarah yang datang bukan hanya dari berbagai daerah di Banten, tetapi juga dari berbagai wilayah di seluruh nusantara,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Cahaya Aulia Caringin selaku pengelola kawasan ziarah Syekh Asnawi, Jajat Rifatullah, mengatakan revitalisasi telah melalui proses panjang.
Proses tersebut dimulai dari persetujuan seluruh pengurus kenadziran Syekh Asnawi Caringin.
Jajat meyakini revitalisasi yang dilakukan Pemprov Banten akan menambah kenyamanan para peziarah yang datang dari berbagai daerah di nusantara maupun mancanegara.
Terlebih, konsep penataan ke depan akan berbasis one stop service.
“Penataan dilakukan, sistemnya juga kita perbaiki. Sehingga peziarah yang datang semakin nyaman. Mereka bisa berziarah dengan khusyuk dan pulang dengan membawa oleh-oleh yang baik dan terjangkau,” jelasnya.(Ded)

















