Perumdam TKR Gratiskan Sambungan dan Iuran Tiga Bulan bagi Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

oleh

Caption: Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menggratiskan biaya sambungan dan rekening air Perumdam TKR selama tiga bulan bagi warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin saat kunjungan ke pengungsian Rajeg.

KABUPATEN TANGERANG, Fixsnews.co.id– Di tengah duka yang masih menyelimuti warga terdampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, secercah harapan kembali hadir melalui akses air bersih yang kini semakin mudah dijangkau. Atas arahan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) menggratiskan biaya pendaftaran sambungan baru sekaligus rekening air selama tiga bulan pertama bagi warga terdampak.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengumumkan pembebasan biaya pendaftaran sambungan baru dan rekening air Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) selama tiga bulan pertama bagi warga terdampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Kebijakan tersebut disampaikan saat kunjungan ketiganya ke pusat pengungsian di Kecamatan Rajeg, Jumat (3/7/2026), didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja dan Direktur Utama Perumdam TKR Sofyan Sapar.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tengah berupaya bangkit setelah terdampak musibah kebakaran.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, terutama bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan di pengungsian maupun saat kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.

“Air bersih membawa kesehatan. Di tengah ujian yang sedang kita hadapi, kebersamaan adalah kekuatan. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Perumdam TKR hadir untuk saling membantu agar masyarakat bisa segera bangkit,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia mengapresiasi langkah cepat Perumdam TKR yang langsung menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan membuka layanan pendaftaran sambungan baru bagi warga terdampak.

Menurut Bupati, selain biaya pemasangan sambungan baru yang digratiskan, warga juga dibebaskan dari pembayaran rekening air selama tiga bulan pertama. Selanjutnya, mulai bulan keempat pelanggan akan membayar rekening air seperti biasa sebagai bagian dari keberlanjutan pelayanan dan pengembangan jaringan air bersih di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kunjungi Pengungsi Rajeg, Bupati Tangerang Luncurkan Program Air Bersih Gratis bagi Korban Kebakaran TPA

Direktur Utama Perumdam Tirta Kerta Raharja, Sofyan Sapar, mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan dan kepedulian perusahaan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kami, Perumdam TKR memberikan akses air bersih bagi warga yang membutuhkan. Program sambungan air bersih ini diberikan secara gratis kepada warga terdampak. Kami juga mempermudah proses pendaftarannya agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Sofyan.

Menurutnya, pelayanan air bersih bukan sekadar menyediakan air untuk mengalir ke rumah-rumah warga. Lebih dari itu, air bersih menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, mempercepat pemulihan pascabencana, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga yang sedang bangkit dari keterpurukan.

Dalam kunjungan itu, Bupati Maesyal Rasyid bersama Sekda Soma Atmaja, Dirut Perumdam TKR Sofyan Sapar, serta jajaran perangkat daerah juga berdialog langsung dengan para pengungsi. Mereka memastikan pelayanan kesehatan, logistik, kebutuhan pangan, air bersih, hingga perlengkapan pengungsian tetap tersedia.

Kebijakan tersebut disambut hangat oleh warga. Mereka mengaku terbantu dengan hadirnya program sambungan air bersih gratis yang dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarga di tengah proses pemulihan pascakebakaran.

Bagi warga terdampak, bantuan itu bukan hanya tentang mengalirkan air ke rumah-rumah mereka. Lebih dari itu, program tersebut menghadirkan harapan baru bahwa pemerintah dan Perumdam TKR tetap hadir mendampingi masyarakat hingga mereka kembali menjalani kehidupan secara normal.(Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *