Caption: PT Mega Pratama Ferindo dan serikat pekerja sepakat kenaikan upah 2026 sesuai SK Gubernur Banten. Manajemen ingatkan tantangan ekonomi global.
Tangerang, Fixsnews.co.id– Kurang dari sepekan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Mega Pratama Ferindo (MPF) memastikan kenaikan upah pekerja tahun 2026 telah direalisasikan. Kesepakatan ini disampaikan dalam acara konsolidasi dan buka bersama antara manajemen dan serikat pekerja di Hotel Sol Marina, Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa (17/03/2026).
Direktur Operasional PT MPF, Agus Giharto Wardojo, hadir bersama jajaran manajemen dan perwakilan tujuh PUK SPLP FSPMI. Kenaikan upah tersebut mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Banten tentang upah sektoral 2026 dan mulai berlaku pada penggajian Maret 2026.
Kepala Departemen HR dan GA, Aji Setiadi, menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama yang menjaga hubungan industrial tetap harmonis.
“Kita syukuri, hasil ini adalah usaha kita semua. Besok hari terakhir bekerja, saya mengingatkan tetap menjaga 5R, jangan lupa matikan lampu, tutup material dari indikasi kebocoran dan pastikan semua dalam kondisi aman, semua itu adalah aset kita semuanya. Yang mudik tetap berhati-hati dijalan selamat sampai tujuan,” pesan Aji dalam pembukaannya
Ketua PUK SPLP FSPMI PT MPF, Luqmanudin, mengapresiasi komitmen manajemen yang tetap merealisasikan kenaikan upah di tengah tekanan ekonomi global sepanjang 2025.
“Terima kasih atas realisasi kenaikan upah 2026 yang tetap berjalan sesuai aturan,” katanya.
Di sisi lain, manajemen menyoroti tantangan ekonomi global yang berpotensi mempengaruhi kinerja perusahaan. Di antaranya dampak kenaikan pajak Amerika Serikat dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, hingga rantai pasok energi dan logistik.
“Tahun 2026 masih penuh ketidakpastian. Kita harus bersinergi agar perusahaan tetap stabil dan bertahan,” kata Agus.
Ia menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kesejahteraan pekerja, namun membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga produktivitas dan daya saing.
Menurutnya, hasil audit pelanggan menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam penerapan 5R dan lingkungan kerja yang lebih baik, menjadi modal penting menghadapi kompetisi industri.(Ded)


















