Syair Puitis Dokter Karel Dourman Saragih,GEMERICIK RINDU

oleh

Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA

 

 

            GEMERICIK RINDU

Jalan mendaki berliku melaju
Berarak awan riang
Sambut cerah langit biru

Gemericik rindu

Lewati lembah rimbunnya hutan rindangnya pohon Bersama kicau burung
Berpadu di syahdunya alunan bayu

Hening mengalir
Alam sejati
Hidup tidak sendiri
Ketergantungan pasti terjadi
Hakiki
Saling memberi menghidupi
Inspirasi

Semua tercipta sesuai rencanaNya
Petunjuk diminta untuk arahnya
Agar hidup tertuju

Sejuta rasa kata dibawa sunyi dalam bulir bening dari puncak gunung
Tanda cinta nirmala Sang Pencipta untuk bumi seisi yang dikasihi

Lautan luas
Bejana kehidupan
Tempat keluh kesah gelisah
Berpasrah

Boleh jadi hari ini tidak seindah kehendak
Tidak sesuai apa yang ditunggu
Pun tidak semolek bayangan mata

Dan sungai beri arah
Kemana kita dibawa
Biarkanlah terus mengalir
Bersihkan nurani

Mentari menyala
Rembulan tersenyum
Waktu diberi menanti

Gemericik rindu
Iring usia
Bila nanti tiba jua

Hati bertanya
Kelak sebagai apakah beta akan dikenang masa?

Konawe040826
Kareldhs_dr.K💐🥋🇮🇩

 

Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA: Menyentuh Hati dan Jiwa Lewat Puisi

Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia medis. Namun, di balik profesinya yang sarat tanggung jawab itu, ia juga memiliki sisi lain yang tak kalah menginspirasi, seorang penyair yang menulis dari hati.

Karel Dourman mampu memadukan ketelitian ilmiah seorang dokter dengan kelembutan rasa seorang seniman. Dalam setiap puisinya, ia menuturkan kisah kehidupan, perjuangan, cinta, dan kemanusiaan  semuanya berangkat dari pengalaman nyata di dunia kesehatan.

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutur dr. Karel Dourman dengan penuh keyakinan.

Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020, banyak tenaga kesehatan harus berjuang di garis depan. Namun, di tengah kesibukan dan tekanan besar itu, dr. Karel Dourman tetap menyalurkan kecintaannya terhadap dunia sastra.

Ia berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Refleksi Diri, sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan harapan di masa pandemi.

“Pandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru. Saya tidak pernah merasa lelah maupun frustasi karena menulis adalah bekerja untuk keabadian, ” ungkap dr. Karel Dourman Hotman Saragih, Sp.PD, Sp.JP, FIHA saat ditemui Fixsnews.co.id, Minggu (17/4/2022).

Bagi Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.

Melalui karya puisinya, ia menunjukkan bahwa dokter pun bisa menyentuh hati banyak orang tidak hanya dengan stetoskop, tetapi juga lewat kata-kata.

“Puisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,” ujarnya penuh makna.

Karya-karya dr. Karel Dourman menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan seni, menunjukkan bahwa keduanya dapat berpadu untuk memperkaya kehidupan manusia. Ia bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa melalui kekuatan sastra.

Dedikasi dan kreativitasnya membuktikan bahwa dokter pun bisa menjadi seniman, dan bahwa kata-kata bisa menjadi obat bagi penulisnya maupun pembacanya.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *