PROBOLINGGO-Jatim | Fixsnews.co.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan implementasi program inovatif Selimut ASN SAE (Sehatkan dan Lindungi Untuk Mutu ASN SAE). Program ini disosialisasikan kepada tenaga kesehatan (nakes) sebagai tim pelaksana di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (24/4/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Bupati Probolinggo Nomor: 100.3.4/360/426.102/2026, yang mewajibkan perlindungan kesehatan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah skrining penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus, yang sering kali tidak disadari oleh para pegawai.
“Program Selimut ASN SAE bertujuan memberikan pelayanan deteksi dini secara berkala. Kami ingin memastikan seluruh ASN terpantau kondisi kesehatannya agar risiko komplikasi penyakit kronis dapat ditekan sejak awal,” ujar dr. Nina.
Untuk memastikan partisipasi yang maksimal, Dinkes menerapkan sistem pelayanan di tempat kerja. Tim dari masing-masing Puskesmas akan mendatangi kantor-kantor perangkat daerah sesuai wilayah kerjanya.
Kemudahan Akses: Pelayanan dilakukan langsung di lokasi kerja ASN.
Tata Laksana Berkelanjutan: ASN yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan tidak hanya diperiksa sekali, tetapi akan mendapatkan pengobatan rutin dan evaluasi berkala sesuai standar medis.
Sistem Rujukan: Jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut, nakes akan mengarahkan rujukan ke rumah sakit secara terintegrasi.
Inovasi ini diyakini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Menurut dr. Nina, ASN yang sehat memiliki produktivitas kerja yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memaksakan bekerja dalam kondisi sakit.
“Kalau penyakit dideteksi lebih awal dan pengobatan dilakukan dengan cepat, produktivitas kerja meningkat. Kita ingin ASN menjadi contoh atau penggerak pola hidup sehat bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain aspek klinis, program Selimut ASN SAE juga mencakup penguatan budaya hidup sehat di lingkungan kantor, seperti:
Konsultasi Gizi: Edukasi pola makan seimbang bagi pegawai.
Tes Kebugaran: Pengukuran tingkat kebugaran fisik secara berkala.
Aktivitas Fisik: Gerakan olahraga rutin setiap hari Jumat dan tantangan (challenge) kebugaran di tiap instansi.
Dengan adanya sinergi antara nakes puskesmas dan kesadaran mandiri para ASN, Pemerintah Kabupaten Probolinggo optimistis dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, energik, dan berdaya saing tinggi.(Dilli)


















