14 Tahun Menikah, Regi Datau dan Ayu Dewi Ungkap Makna Sebenarnya Happy Wife, Happy Life

oleh

Caption: Ayu Dewi dan Regi Datau membagikan pelajaran setelah 14 tahun menikah. Keduanya menilai perhatian sederhana, komunikasi, dan self-care menjadi kunci menjaga keharmonisan rumah tangga.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Setelah 14 tahun menjalani kehidupan rumah tangga, pasangan Ayu Dewi dan Regi Datau membagikan pandangan mereka mengenai makna ungkapan “Happy Wife, Happy Life.” Menurut keduanya, keharmonisan rumah tangga tidak selalu dibangun melalui hadiah mewah atau kejutan besar, melainkan dari perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Regi Datau mengatakan, membahagiakan pasangan bukan berarti harus selalu memenuhi seluruh keinginan istri. Baginya, yang lebih penting adalah memahami apa yang membuat pasangan merasa nyaman, bahagia, dan dapat menjadi dirinya sendiri.

“Menurut saya happy wife bukan berarti harus selalu menuruti semua keinginan istri. Tapi memahami apa yang membuat dia merasa nyaman, bahagia, dan menjadi dirinya sendiri,” ujar Regi.

Pandangan tersebut juga disampaikan Ayu Dewi. Di tengah aktivitasnya sebagai publik figur, pengusaha, ibu, dan istri, ia mengaku perhatian yang paling berarti justru datang dari orang-orang yang memahami hal-hal sederhana yang penting baginya.

“Kadang perempuan itu nggak selalu butuh sesuatu yang besar. Kadang cuma ingin didengarkan dan diperhatikan,” kata Ayu.

Menurut Ayu, salah satu bentuk perhatian terhadap diri sendiri adalah meluangkan waktu untuk melakukan self-care. Ia menilai kebiasaan tersebut bukan sekadar memenuhi tuntutan pekerjaan, tetapi juga menjadi cara menjaga keseimbangan diri agar dapat menjalani berbagai peran dengan lebih baik.

“Aku percaya kalau kita happy dengan diri sendiri, energi itu juga akan terasa ke keluarga, pekerjaan, dan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.

Bagi Ayu, self-care tidak selalu identik dengan kemewahan. Menyediakan waktu untuk beristirahat, menjaga kesehatan tubuh, berolahraga, maupun melakukan perawatan yang membuat tubuh terasa lebih segar merupakan bagian dari menjaga kualitas hidup.

Pandangan tersebut sejalan dengan perkembangan tren perawatan diri saat ini. Chief Clinical Officer ZAP, dr. Dara Ayuningtyas, menjelaskan bahwa semakin banyak perempuan memandang self-care sebagai bagian dari wellbeing, bukan semata-mata untuk mengubah penampilan.

“Dulu banyak orang datang untuk treatment karena ingin mengubah penampilan. Sekarang alasannya lebih luas. Mereka ingin merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Dara.

Menurutnya, konsep self-care kini lebih menekankan pada bagaimana seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, bukan hanya bagaimana penampilannya terlihat.

Bagi Regi dan Ayu, perjalanan 14 tahun pernikahan mengajarkan bahwa keharmonisan dibangun melalui perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menyediakan waktu untuk keluarga, saling mendukung aktivitas masing-masing, hingga memahami kebutuhan pasangan yang terus berubah.

Saat ditanya mengenai rahasia menjaga hubungan tetap hangat, Ayu mengatakan bahwa dirinya dan Regi terus belajar bertumbuh bersama.

“Kita sama-sama belajar untuk terus bertumbuh. Karena yang berubah bukan cuma usia, tapi juga kebutuhan, prioritas, dan cara kita melihat hidup.”

Regi menambahkan bahwa setiap pasangan memiliki definisi kebahagiaannya masing-masing. Namun menurutnya, kesediaan untuk saling mendukung akan membuat hubungan menjadi lebih hangat.
“Karena kalau pasangan kita merasa bahagia, nyaman, dan percaya diri, biasanya rumah juga ikut terasa lebih hangat.”

Melalui pengalaman tersebut, Ayu Dewi dan Regi Datau memaknai bahwa “Happy Wife, Happy Life” bukan sekadar tentang memberikan sesuatu yang besar, melainkan tentang kesediaan untuk saling memahami, mendukung, dan bertumbuh bersama dalam kehidupan rumah tangga.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *