Caption:Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menerima audiensi PWI Kota Tangerang untuk memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme pers, dan menghadapi tantangan media digital.
KOTA TANGERANG, Fixsnews.co.id— Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang yang dipimpin Ketua PWI, R Herwanto, di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara legislatif dan insan pers di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Rusdi Alam menegaskan komitmennya membangun komunikasi terbuka dengan organisasi wartawan di Kota Tangerang. Ia mengaku sebelumnya memilih tidak terlibat dalam dinamika internal organisasi sebagai bentuk penghormatan terhadap independensi pers.
“Saya sebenarnya terbuka dengan siapa pun. Namun karena ini menyangkut organisasi, saya tidak ingin masuk ke ranah tersebut. Waktu itu saya memilih menahan diri. Dan hari ini, setelah urusan internalnya sudah clear, barulah kita bisa kembali membangun komunikasi,” ujarnya.
Menurut Rusdi, kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan insan pers sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah serta menjaga kualitas informasi publik.
“Ke depan kita butuh sinergi antara DPRD dengan pemerintah daerah, juga dengan teman-teman di PWI. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang objektif dan berimbang. “Intinya kita bisa duduk bareng, berdiskusi, dan membangun Kota Tangerang bersama,” katanya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada dunia jurnalistik. Menurutnya, pertumbuhan media online yang sangat cepat menuntut adanya penguatan peran organisasi wartawan.
“Sekarang media berkembang luar biasa, terutama media online. Jumlah wartawan semakin banyak dan beragam. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dikelola dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Tangerang, R Herwanto, menyampaikan bahwa pihaknya tengah fokus melakukan pembenahan internal organisasi serta meningkatkan profesionalisme wartawan di daerah.
“Jujur saja, bukan kami tidak mau bersikap, tapi kami tidak ingin ada konflik. Kami memilih tetap menjaga kondusivitas. Alhamdulillah sekarang semuanya sudah kembali dalam satu induk organisasi,” ungkapnya.
Ia mengakui, dalam menjalankan roda organisasi, PWI masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk dalam hal dukungan kegiatan dan pembinaan anggota.
“Kami akui ada kesulitan. Kadang mengajukan proposal dianggap salah, tidak mengajukan juga menjadi persoalan. Tapi kami tetap berupaya menjalankan kegiatan dengan segala keterbatasan,” katanya.
Herwanto juga menyoroti pentingnya pemahaman tugas dan fungsi wartawan di tengah maraknya pertumbuhan media dan forum-forum yang mengatasnamakan pers.
“Kami terus mengingatkan teman-teman agar memahami fungsi wartawan. Masih ada yang hanya menyebarkan informasi tanpa memahami substansi. Ini yang rawan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya menemukan sejumlah forum yang tidak seluruhnya diisi oleh wartawan profesional, bahkan sebagian bukan berasal dari Kota Tangerang.
“Ini yang menjadi perhatian kami. PWI hadir untuk membenahi dan memastikan profesi wartawan tetap berjalan sesuai kode etik dan fungsi jurnalistik,” ujarnya.
Menurut Herwanto, wartawan memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, serta pengawal kebijakan publik, bukan untuk kepentingan di luar fungsi tersebut.
“Kalau tidak memahami fungsi itu, tentu akan terjadi kekeliruan. Karena itu, pembinaan menjadi sangat penting,” tambahnya.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif. Kedua pihak sepakat pentingnya menjaga komunikasi dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.(red)


















