DPRD Kabupaten Malang Soroti BUMD, Penyertaan Modal Belum Sebanding dengan PAD

oleh

Caption;DPRD Kabupaten Malang menyoroti kinerja BUMD penerima modal APBD dan meminta target kinerja diperketat agar kontribusi PAD meningkat.

MALANG,Fixsnews.co.id— DPRD Kabupaten Malang menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum sebanding dengan penyertaan modal dari APBD. Sorotan tersebut mengemuka di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer pemerintah pusat sekitar Rp644 miliar.

Dari tiga BUMD penerima penyertaan modal daerah, Perumda Tirta Kanjuruhan disebut menunjukkan tren positif. Sementara itu, kinerja PD Jasa Yasa dan Bank Artha Kanjuruhan masih menjadi perhatian DPRD Kabupaten Malang.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang Ali Murtadlo atau Gus Tado mempertanyakan efektivitas penggunaan penyertaan modal yang bersumber dari APBD.

Menurutnya, BUMD yang mendapatkan suntikan modal daerah harus mampu menunjukkan peningkatan kinerja, termasuk menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

DPRD menilai penyertaan modal tidak seharusnya hanya digunakan untuk menopang kebutuhan operasional internal perusahaan tanpa disertai target kinerja yang jelas.

Untuk Bank Artha Kanjuruhan, misalnya, perusahaan tersebut memperoleh tambahan modal APBD 2026 sebesar Rp3,5 miliar.

DPRD meminta tambahan modal tersebut dibarengi Key Performance Indicator (KPI) serta target penyehatan manajemen yang terukur.

Sementara itu, PD Jasa Yasa mendapatkan alokasi penyertaan modal sebesar Rp4 miliar. Namun, sebagian dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan akumulasi tunggakan dividen PAD yang mencapai Rp4 miliar.

Catatan kinerja dividen PD Jasa Yasa juga menjadi perhatian. Pada 2024, perusahaan hanya menyetor Rp330 juta dari target Rp2 miliar.

Pada 2025, setoran dividen meningkat menjadi Rp1 miliar, tetapi masih berada di bawah target sebesar Rp2,35 miliar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar membenarkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen BUMD. Evaluasi tersebut diperlukan agar penyertaan modal dari APBD dapat menghasilkan perbaikan kinerja perusahaan secara fundamental.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang Yetty Nurhayati mengapresiasi kinerja Perumda Tirta Kanjuruhan yang dinilai terus melampaui target setoran PAD.

Dalam kritiknya terhadap kondisi salah satu BUMD, disampaikan analogi mengenai perusahaan yang masih kesulitan menopang operasional internal meski telah mendapatkan dukungan modal.

“Jangankan memberi setoran, sekadar menghidupi karyawannya saja kembang-kempis. Kondisinya greges (demam) terus, sehingga harus disuntik vitamin rutin. Ya, semoga setelah disuntik vitamin, perutnya tidak kembung lagi.”

Ia juga berharap penyertaan modal yang telah diberikan dapat menghasilkan perbaikan kinerja perusahaan.

“Kami berharap tahun depan bisa mencetak laba. Karena sudah diberi penyertaan modal segitu, semoga bisa menyehatkan perusahaan secara nyata.”

DPRD Kabupaten Malang mendesak agar penyertaan modal melalui APBD tidak menjadi formalitas tahunan. Pemkab Malang diharapkan menerapkan target operasional dan indikator kinerja yang lebih ketat agar penggunaan anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi pembangunan.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.