Caption; FisTx Indonesia membagikan ebook Ensiklopedia Budidaya Udang 12 bab secara gratis untuk membantu petambak mencapai target produksi nasional 1,69 juta ton pada 2029.
YOGYAKARTA, Fixsnews.co.id— Perusahaan teknologi akuakultur FisTx Indonesia merilis ebook Ensiklopedia Budidaya Udang sebanyak 12 bab yang dapat diunduh secara gratis oleh para petambak, teknisi, dan pelaku usaha perikanan pada Jumat (16/10/2026). Langkah ini dilakukan guna mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi udang nasional hingga mencapai 1,69 juta ton pada 2029.
Peluncuran edukasi terukur ini merespons proyeksi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), di mana produksi udang perlu meningkat hampir dua kali lipat dibanding realisasi 2024 yang tercatat sebesar 844.140 ton. Tantangan besar ini turut dibayangi kondisi tambak nasional yang sekitar 82 persen di antaranya masih dikelola secara tradisional.
Chief Executive Officer (CEO) FisTx Indonesia sekaligus penulis panduan tersebut, Rico Wisnu Wibisono, menegaskan bahwa pencapaian target nasional harus dimulai dari perubahan pola pengambilan keputusan di tingkat operasional kolam.
“Angka target itu hanya akan tercapai kalau keputusan di tingkat kolam ikut berubah. Karena itu kami membuka ilmu yang selama ini kami pakai di lapangan, secara gratis, supaya petambak bisa menghitung sebelum menebar,” ujar Rico Wisnu Wibisono.
Ia menambahkan bahwa banyak kegagalan siklus budidaya terjadi akibat ketergantungan pada perkiraan semata. Melalui panduan ini, seluruh parameter teknis mulai dari daya dukung kolam (carrying capacity), manajemen pakan, biosekuriti, hingga perhitungan harga pokok penjualan (HPP) disajikan berbasis data terukur.
“Banyak kolam gagal bukan karena kurang niat, tapi karena keputusan diambil dengan perkiraan. Ensiklopedia ini kami susun supaya perkiraan itu diganti dengan hitungan,” kata Rico.
Ensiklopedia Budidaya Udang mencakup pembahasan komprehensif mulai dari konsep Shrimpnomic, hidraulika tambak, pengelolaan mikrobioma, hingga ekonomi siklus. Panduan ini dirancang agar dapat diakses publik guna mempersiapkan siklus budidaya yang lebih efisien serta mendukung daya saing ekspor udang Indonesia di pasar global.(red)


















