Caption: Harga emas dunia menguat dipicu inflasi AS tinggi dan ketidakpastian geopolitik. Dupoin Futures prediksi emas bisa menembus $5.220 per troy ounce.
Jakarta, Fixsnews.co.id-Harga emas dunia terus menunjukkan penguatan, dipicu perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan tekanan inflasi yang meningkat. Menurut analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, lonjakan harga emas didorong oleh data Core PCE yang menembus level 3%, memperkuat posisi emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Pada akhir pekan lalu, harga emas menguat lebih dari 1% ke level sekitar $5.065 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh $4.981. Memasuki sesi perdagangan Asia awal pekan, harga emas bergerak mendekati $5.095, didukung ketidakpastian global.
Sentimen negatif muncul dari pengenaan tarif impor baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, sehingga investor beralih ke emas sebagai aset safe-haven. Meski ada peluang negosiasi AS-Iran, penguatan emas tetap terjaga.
Perlambatan ekonomi AS juga menjadi faktor kunci. PDB kuartal IV 2025 hanya tumbuh 1,4%, jauh di bawah kuartal sebelumnya dan ekspektasi pasar. Inflasi yang meningkat menciptakan dilema bagi Federal Reserve dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, sehingga ketidakpastian ini menambah dukungan bagi harga emas.
Dari sisi teknikal, pola candlestick menunjukkan dominasi tekanan beli, sementara indikator Moving Average memperkuat tren naik yang masih solid. Dupoin Futures memproyeksikan jika momentum bullish terjaga, harga emas berpotensi menembus level resistance $5.220 per troy ounce. Namun, risiko koreksi tetap ada dengan level support di $5.004.
Secara keseluruhan, prospek harga emas jangka pendek tetap bullish, didorong kombinasi inflasi tinggi, perlambatan ekonomi AS, dan ketidakpastian geopolitik. Emas tetap menjadi pilihan utama investor yang mencari perlindungan nilai, meski perlu terus memantau data ekonomi dan arah kebijakan Federal Reserve.(ben)


















