Caption: Harga emas global melemah usai cetak rekor tertinggi. Analis memprediksi potensi rebound ke USD 4.420 atau turun ke area support USD 4.308.
Jakarta,Fixsnews.co.id-Harga Emas dunia (XAU/USD) memasuki fase pelemahan pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya mencatatkan reli tajam hingga menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Pergerakan harga menunjukkan mulai melemahnya kekuatan tren bullish jangka pendek, seiring meningkatnya tekanan koreksi di pasar.
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, mengungkapkan bahwa harga Emas telah terkoreksi sekitar 80 dolar AS dari puncaknya di area USD 4.550 yang tercapai pada pekan lalu. Tekanan jual berlanjut di awal pekan, di mana Emas sempat bergerak di bawah area USD 4.360 dan menyentuh kisaran USD 4.330.
Menurut Andy, pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan pergerakan indikator Moving Average, mengindikasikan berkurangnya dominasi buyer dalam jangka pendek. Meski demikian, ia menilai struktur tren utama Emas masih berada dalam kecenderungan positif.
“Secara teknikal, tekanan koreksi mulai terlihat, namun tren besar Emas masih bullish,” jelas Andy Nugraha dalam analisisnya.
Andy memproyeksikan dua skenario pergerakan harga Emas dalam waktu dekat. Apabila minat beli kembali muncul dan harga mampu bertahan di area support saat ini, maka Emas berpeluang melakukan pemulihan menuju area USD 4.420 sebagai target kenaikan terdekat.
Namun sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga gagal rebound, maka potensi penurunan selanjutnya mengarah ke area USD 4.308 yang dinilai sebagai level support penting.
Dari sisi fundamental, pelemahan harga Emas dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) investor di tengah menurunnya likuiditas pasar menjelang libur akhir tahun. Selain itu, penguatan Dolar AS turut menekan pergerakan Emas karena membuat logam mulia tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli global.
Sentimen geopolitik juga sempat mereda seiring munculnya harapan terkait pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, yang dalam jangka pendek mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Emas.
Meski demikian, prospek Emas dalam jangka menengah hingga panjang masih dinilai konstruktif. Ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga The Federal Reserve pada tahun depan tetap menjadi faktor pendukung utama.
Ketidakpastian politik global, kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat, serta risiko geopolitik yang masih berlangsung diperkirakan akan terus menjaga daya tarik Emas sebagai aset lindung nilai. Oleh karena itu, koreksi harga saat ini dinilai sebagai fase penyesuaian teknikal setelah reli kuat, bukan sebagai sinyal perubahan tren jangka panjang.(Ben)


















