Caption: Hepatitis sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati. Deteksi dini, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting menjaga kesehatan liver.
JAKARTA,Fixsnews.co.id – Hati atau liver merupakan salah satu organ vital yang berperan penting dalam menyaring racun, membantu metabolisme tubuh, menyimpan energi, serta memproduksi berbagai zat yang dibutuhkan tubuh. Namun, gangguan pada organ ini kerap tidak disadari karena gejalanya sering muncul secara perlahan. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah hepatitis, yaitu peradangan pada hati yang dapat berkembang menjadi sirosis, gagal hati, bahkan kanker hati apabila tidak ditangani dengan tepat.
Pada tahap awal, hepatitis umumnya tidak menunjukkan gejala yang khas. Meski demikian, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, demam, mual, penurunan nafsu makan, nyeri di perut kanan atas, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, hingga kulit dan bagian putih mata menguning atau jaundice.
Karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain atau bahkan tidak muncul sama sekali, banyak penderita baru mengetahui adanya gangguan pada hati ketika kondisinya telah berkembang lebih lanjut. Oleh sebab itu, deteksi dini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan liver.
Hepatitis terdiri atas beberapa tipe, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E, yang masing-masing memiliki cara penularan berbeda. Hepatitis A dan E umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sedangkan hepatitis B, C, dan D dapat menular melalui darah, hubungan seksual, maupun dari ibu kepada bayi saat proses persalinan.
Di antara kelima jenis tersebut, hepatitis B dan C menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi infeksi kronis yang meningkatkan risiko sirosis dan kanker hati. Sementara itu, hepatitis A dan B dapat dicegah melalui vaksinasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain vaksinasi, pencegahan hepatitis juga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, menghindari penggunaan alat pribadi yang berisiko terpapar darah, serta menerapkan perilaku seksual yang aman.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko seperti riwayat hepatitis dalam keluarga, penyakit metabolik, atau hasil pemeriksaan fungsi hati yang pernah menunjukkan kelainan. Dengan deteksi dini, dokter dapat menentukan penanganan sesuai penyebab hepatitis, mulai dari pemantauan rutin, terapi antivirus, hingga pengobatan lanjutan bila diperlukan.
Prodia Hadirkan Promo Pemeriksaan Liver
Dalam rangka memperingati World Hepatitis Day, Prodia menghadirkan berbagai program pemeriksaan kesehatan liver dengan harga khusus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini hepatitis.
Program tersebut meliputi ProHealthy Liver 1, ProHealthy Liver 1 Advanced, ProHealthy Liver 2, vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B, serta pemeriksaan penunjang seperti HBV-DNA dan USG Thorax sesuai kebutuhan medis.
Masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan di cabang Prodia terdekat atau membuat janji melalui layanan WhatsApp Kontak Prodia 0855 1500 830 maupun aplikasi U by Prodia.
Semakin dini kondisi kesehatan liver diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius dan menjaga fungsi hati tetap optimal.(red)


















