Caption: LRT Jabodebek dirancang untuk menghadapi kepadatan jam sibuk dengan kapasitas hingga 1.308 penumpang per rangkaian, lengkap dengan kursi prioritas dan fasilitas ramah disabilitas.
JAKARTA, FIXSNEWS.CO.ID– LRT Jabodebek memiliki kapasitas angkut yang memadai untuk melayani pengguna duduk maupun berdiri, termasuk fasilitas yang ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus. Pada jam sibuk pagi dan sore hari, kepadatan penumpang menjadi bagian dari dinamika mobilitas perkotaan yang terus diantisipasi melalui desain rangkaian dan penataan interior kereta.
Dalam satu rangkaian perjalanan, LRT Jabodebek terdiri dari enam kereta, yang tersusun atas dua Motor Car Cab (MC) di bagian depan dan belakang, dua Motor Car (M), serta dua Trailer Car (T). Konfigurasi ini memungkinkan pengaturan ruang yang seimbang antara tempat duduk dan area berdiri, sesuai dengan karakter perjalanan jarak menengah yang didominasi mobilitas harian masyarakat.
Satu rangkaian LRT Jabodebek menyediakan total 174 tempat duduk. Setiap kereta dilengkapi dengan 8+1 kursi prioritas yang diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta pendamping balita.
Penyediaan kursi prioritas ini menjadi bagian dari komitmen LRT Jabodebek dalam menjaga aksesibilitas, inklusivitas, dan keadilan ruang, khususnya di tengah kondisi kepadatan pada jam sibuk.
Selain tempat duduk, kapasitas angkut juga ditopang oleh ruang berdiri yang tertata dengan baik. Dalam kondisi kepadatan normal, setiap kereta mampu menampung sekitar 89–97 penumpang berdiri, sehingga satu rangkaian dapat melayani sekitar 740 pengguna.
Sementara pada kondisi kapasitas maksimal, jumlah penumpang dapat mencapai 179–194 orang per kereta, atau sekitar 1.308 pengguna dalam satu rangkaian LRT Jabodebek.
Manajemen LRT: Kepadatan Jam Sibuk Bagian dari Mobilitas Kota
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kepadatan pada jam sibuk merupakan fenomena yang lazim terjadi pada sistem transportasi publik massal di kawasan perkotaan.
“LRT Jabodebek dirancang untuk melayani kondisi tersebut melalui pengaturan kapasitas duduk dan berdiri, agar perjalanan tetap berjalan tertib sebagai ruang bersama,” ujar Radhitya.
Ia menambahkan, pemahaman pengguna terhadap fungsi ruang di dalam kereta turut berperan penting dalam menjaga kualitas layanan, terutama pada jam-jam dengan permintaan tinggi.
Penataan interior kereta, termasuk area prioritas, ruang berdiri, serta akses bagi pengguna berkebutuhan khusus, dirancang untuk mendukung peran LRT Jabodebek sebagai tulang punggung mobilitas harian masyarakat di Jakarta dan wilayah penyangga.
“Transportasi publik merupakan ruang bersama. Dengan menggunakan ruang sesuai peruntukannya, perjalanan dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman bagi seluruh pengguna,” tutup Radhitya.(Ben)


















