Caption; Pemkab Pasuruan resmi menerima hibah Rest Area dan Tengger Cultural Center Wonokitri dari Kementerian PU untuk mendukung pariwisata dan ekonomi warga Tosari.
PASURUAN, Fixsnews.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan resmi menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa Rest Area dan Tengger Cultural Center di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Penyerahan aset strategis untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima (BAST) BMN.
Prosesi berlangsung di Ruang Rapat Dinasti Isyana, Gedung Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (2/9/2026) siang.
Dengan serah terima tersebut, tata kelola dan pemanfaatan fasilitas Rest Area dan Tengger Cultural Center Wonokitri selanjutnya berada di bawah Pemkab Pasuruan.
Penyerahan BMN dihadiri jajaran pimpinan daerah Kabupaten Pasuruan serta perwakilan Kementerian PU.
Dari Pemkab Pasuruan hadir Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo (Mas Rusdi), Sekretaris Daerah, Asisten Bupati, kepala OPD terkait, Camat Tosari, dan Kepala Desa Wonokitri.
Sementara dari Kementerian PU hadir Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jatim Ditjen Cipta Karya Denny Kumara, serta Kepala Satker Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Jatim Rohandi Prastiawan.
Fasilitas tersebut memiliki fungsi strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan lereng Bromo.
Gedung utama direncanakan difungsikan sebagai Sekretariat Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pasuruan sekaligus pusat kegiatan adat dan ekonomi warga Tosari.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas pembangunan fasilitas tersebut di pintu masuk kawasan Bromo.
Mas Rusdi menekankan pentingnya pemanfaatan gedung secara aktif agar bangunan tetap terawat dan tidak mengalami kerusakan akibat terlalu lama kosong.
Selain mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan, Pemkab Pasuruan juga mendorong pemanfaatan kios-kios pedagang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Pemkab Pasuruan turut menyampaikan sejumlah catatan perbaikan minor kepada tim teknis Kementerian PU.
Di antaranya pembenahan lantai kayu di teras sunset serta perbaikan saluran air untuk mencegah genangan ketika hujan deras.
“Bangunan itu kalau tidak ditempati gampang rusak, kalau banyak kegiatan justru lebih awet. Kawasan ini memiliki view yang sangat bagus di ketinggian. Semoga setelah serah terima resmi ini, seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang pariwisata wilayah Tosari serta memajukan ekonomi warga.”
Penandatanganan BAST BMN dilakukan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jatim Denny Kumara bersama Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo.
Prosesi tersebut ditutup dengan foto bersama dan menjadi penanda kesiapan Pemkab Pasuruan dalam mengelola fasilitas wisata kebudayaan terpadu di kawasan lereng Bromo.
(Dilli)


















