Persiapan Final Haji 2026: 1.635 Jamaah Kabupaten Pasuruan Siap Berangkat Mulai 22 April

oleh

​PASURUAN-Jatim | Fixsnews.co.id-Persiapan keberangkatan jamaah calon haji asal Kabupaten Pasuruan tahun 2026 kini telah memasuki tahap finalisasi. Sebanyak 1.635 warga dijadwalkan akan bertolak menuju Tanah Suci Makkah dalam 9 kelompok terbang (kloter) yang akan dimulai pada 22-23 April 2026.

​Plt. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuqi (Gus Anis), memastikan seluruh tahapan administratif dan koordinasi teknis telah rampung dilaksanakan.

​Jamaah asal Kabupaten Pasuruan tersebar di beberapa kloter dengan rincian sebagai berikut:

Kloter

Jumlah Jamaah

Keterangan

Kloter 3

1 Orang

–

Kloter 4

8 Orang

–

Kloter 5

63 Orang

–

Kloter 6

373 Orang

–

Kloter 7

375 Orang

–

Kloter 8

374 Orang

–

Kloter 9

374 Orang

–

Kloter 10

60 Orang

Gabungan dengan Kota Pasuruan.

Kloter 37

6 Orang

–

Terkait adanya laporan dua jamaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan, pihak Kementerian Haji dan Umrah telah berkoordinasi dengan ahli waris.

​Lantaran pihak keluarga memutuskan untuk menunda keberangkatan (pelimpahan porsi) hingga tahun 2027, maka posisi yang kosong pada tahun ini secara otomatis diisi oleh jamaah cadangan yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sesuai urutan daftar tunggu.

​Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori (Gus Shobih), menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan para tamu Allah agar dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.

​Bentuk Dukungan Pemkab Pasuruan:

​Transportasi: Menyediakan armada bus gratis untuk mengantar jamaah ke Asrama Haji Sukolilo (Surabaya) serta menjemput saat kepulangan nanti.
​Identitas Seragam: Pemkab memberikan seragam dengan motif dan warna khusus sebagai ciri khas jamaah Kabupaten Pasuruan. Hal ini bertujuan agar para jamaah mudah mengenali satu sama lain saat berada di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia.
​Koordinasi Lintas Sektoral: Melakukan finalisasi teknis bersama Pemerintah Kota Pasuruan guna memastikan kelancaran arus keberangkatan.
​”Kami siapkan bus untuk mengangkut jamaah serta membuatkan seragam ciri khas agar mereka bisa saling mengenali dan merasa aman selama di Tanah Suci,” tegas Gus Shobih.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *