Target Zero Stunting 3 Tahun, Pemkab Malang Gandeng Edu Farmers International

oleh

Caption:Target Zero Stunting dalam tiga tahun, Pemkab Malang menggandeng Edu Farmers International melalui penguatan ketahanan pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

MALANG, Fixsnews.co.id-Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan Zero Stunting dalam tiga tahun ke depan. Untuk mempercepat capaian tersebut, Pemkab Malang menggandeng Yayasan Edu Farmers International melalui finalisasi draf kesepakatan bersama (MoU), Rabu (4/2/2026).

Rapat koordinasi finalisasi MoU digelar di Ruang Rapat Graha Bakti Praja BKPSDM. Kolaborasi ini merupakan instruksi langsung Bupati Malang, Abah Sanusi, dengan pendekatan ketahanan pangan terintegrasi sebagai strategi utama penurunan stunting.

Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rachmat Hardijono, S.Sos, M.Si. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui sektor kesehatan, tetapi harus dimulai dari kedaulatan pangan di tingkat rumah tangga.

Program ini melibatkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Pada sektor hulu produksi pangan, Pemkab Malang melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan, serta Dinas Perikanan untuk memastikan ketersediaan protein dan vitamin.

Sementara di sektor hilir distribusi dan konsumsi, dilibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan DPPKB sebagai koordinator lapangan. Dukungan informasi dan edukasi publik ditangani oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kepala DPPKB Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz, SE, M.Si, ditunjuk sebagai koordinator teknis, yang akan mengawal implementasi program hingga tingkat desa dan kecamatan.

Fokus utama kerja sama dengan Edu Farmers International meliputi edukasi petani lokal untuk meningkatkan produktivitas pangan bergizi, memperluas akses gizi terjangkau bagi keluarga berisiko stunting, serta pendampingan terukur melalui monitoring rutin status gizi balita.

Finalisasi draf MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan resmi oleh Bupati Malang dan Ketua Yayasan Edu Farmers International. Dokumen tersebut menjadi landasan hukum bagi seluruh OPD untuk bergerak secara terpadu dan masif.

“Bupati menyambut sangat baik kolaborasi ini. Dengan integrasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kesehatan, kami optimistis ketersediaan pangan bergizi akan terjamin dan angka stunting dapat ditekan secara signifikan,” ujar Rachmat Hardijono. (Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *