Caption: Pantau kesehatan kucing dari kotorannya. Kenali ciri kotoran kucing sehat dan tidak sehat, penyebab gangguan pencernaan, serta solusi perawatan yang tepat.
Jakarta, Fixsnews.co.id– Kesehatan kucing peliharaan dapat dipantau melalui kondisi kotorannya. Perubahan bentuk, warna, hingga bau kotoran menjadi indikator awal gangguan pencernaan yang kerap tidak disadari pemilik.
Kotoran kucing yang sehat umumnya berbentuk padat, silinder, dan mudah diangkat. Teksturnya tidak terlalu keras maupun lembek.
Warna kotoran sehat biasanya coklat, dengan variasi terang atau gelap tergantung makanan. Bau yang muncul tidak menyengat secara berlebihan.
Sebaliknya, kotoran yang terlalu keras dapat mengindikasikan dehidrasi. Sementara kotoran lembek atau cair bisa menjadi tanda diare akibat infeksi, parasit, atau intoleransi makanan.
Pemilik juga perlu waspada jika menemukan darah atau lendir. Darah segar pada kotoran dapat menandakan peradangan di saluran cerna. Kotoran berwarna hitam pekat berpotensi menunjukkan pendarahan dari bagian dalam pencernaan.
Selain itu, kotoran berwarna pucat, abu-abu, atau putih bisa menjadi sinyal gangguan empedu atau masalah hati. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter hewan.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, pemilik disarankan memperhatikan asupan nutrisi dan kebersihan area toilet kucing.
Unicharm Indonesia menghadirkan Deli-Joy Pouch Adult Digestive Tuna & Salmon, makanan basah dengan kandungan prebiotik dan protein hewani yang diformulasikan untuk mendukung pencernaan kucing dewasa.
Produk ini menggunakan 100 persen ikan asli, bebas pengawet dan pewarna, serta tidak mengandung babi.
Selain nutrisi, kebersihan juga menjadi faktor penting. Deo-toilet dari Unicharm Indonesia dirancang dengan sistem penyaringan bau ganda dan pasir zeolite yang mampu bertahan hingga satu bulan tanpa bau.
Toilet ini dilengkapi sheet penyerap urine antibakteri dan underpad berwarna putih untuk memudahkan pemantauan kesehatan kucing melalui urin.
Pemilik kucing diimbau segera berkonsultasi ke dokter hewan jika menemukan perubahan kotoran yang berlangsung lebih dari dua hari atau disertai darah.(red)


















