BNPB Kerahkan Operasi Darat dan Udara, Karhutla Kalsel Capai 595 Hektare

oleh

Caption;Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jumat (21/8) (BNPB).

JAKARTA, Fixsnews.co.id— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui operasi darat dan udara.

Hingga Jumat (21/8/2026), karhutla terdeteksi di sembilan wilayah Kalsel dengan 53 titik api dan estimasi luasan lahan terbakar sekitar 595 hektare.

Sembilan wilayah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Berdasarkan pemantauan Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan estimasi luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 174 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Tanah Laut sekitar 107 hektare, Barito Kuala 96 hektare, dan Tapin sekitar 85 hektare.

Sementara itu, Kota Banjarbaru terdeteksi 11 titik api dengan estimasi luasan 77 hektare.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdeteksi tujuh titik api dengan luasan sekitar 50 hektare, Tanah Bumbu tiga titik api seluas 4 hektare, Hulu Sungai Tengah satu titik api seluas 1 hektare, serta Balangan satu titik api dengan luasan sekitar 1 hektare.

387 Personel Dikerahkan

Penanganan melalui operasi darat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sekitar 387 personel.

Personel tersebut terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Tim gabungan dikerahkan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Tapin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Barito Kuala.

Pemadaman didukung mobil tangki air, pompa jinjing, pompa induk, suplai air, tangki fleksibel, alat penyemprot, kepyok, garu tajam, hingga motor trail karhutla.

Di Kabupaten Banjar, pemadaman dilakukan di Kecamatan Gambut, Beruntung Baru, dan Karang Intan.

Luas area terbakar di wilayah tersebut sekitar 31,5 hektare. Hingga Jumat (21/8), sekitar 7,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kota Banjarbaru, pemadaman dilakukan di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Liang Anggang, Landasan Ulin, dan Cempaka.

Total area terbakar sekitar 7 hektare dan sekitar 3,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Sementara di Kabupaten Tapin, pemadaman dilakukan di Kecamatan Tapin Utara dan Tapin Tengah dengan luas area terbakar sekitar 5 hektare. Sekitar 1,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Tanah Bumbu, karhutla di Kecamatan Batulicin membakar sekitar 4 hektare lahan. Petugas telah memadamkan sekitar 2 hektare.

Karhutla Tanah Laut Capai 67 Hektare

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pemadaman dilakukan di Kecamatan Kandangan, Daha Selatan, dan Kalumpang.

Luas area terbakar sekitar 8,6 hektare, dengan sekitar 3,3 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Tanah Laut, penanganan dilakukan di Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Takisung, dan Bati-Bati.

Area yang terbakar diperkirakan mencapai 67 hektare. Sekitar 11 hektare telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, karhutla di Kecamatan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, membakar sekitar 1 hektare lahan dan telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Balangan, kebakaran seluas sekitar 1 hektare di Kecamatan Batumandi juga berhasil dipadamkan.

Adapun di Kabupaten Barito Kuala, area terbakar sekitar 1,5 hektare di Kecamatan Marabahan telah berhasil dipadamkan.

BNPB Kerahkan Tiga Helikopter Water Bombing

Selain operasi darat, BNPB memperkuat penanganan melalui operasi udara.

Dua unit patroli udara dan tiga unit helikopter water bombing disiagakan di Lanud Sjamsudin Noor.

Patroli udara menggunakan helikopter Bell 206 Reg. PK-IWF dan pesawat Cessna Caravan C208 Reg. PK-SNK.

Keduanya mencatat waktu terbang selama 4 jam 35 menit dan menemukan 29 titik api dengan estimasi luasan lahan terbakar sekitar 536 hektare.

Untuk operasi water bombing, tiga helikopter dikerahkan.

Helikopter AS 322C1 Super Puma Reg. PK-DAN melakukan 245 kali penjatuhan air dengan total sekitar 980.000 liter.

Helikopter MI8-AMT Reg. RA-22834 melakukan 57 kali penjatuhan air dengan total sekitar 228.000 liter.

Sedangkan helikopter Sikorsky Black Hawk Reg. N711BF melakukan 82 kali penjatuhan air dengan total sekitar 328.000 liter.

Operasi udara diprioritaskan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.

Prioritas juga diberikan terhadap titik api yang mendekati permukiman masyarakat dan kawasan Ring 1 Bandara Sjamsudin Noor Banjarbaru.

Sementara operasi darat tetap dimaksimalkan pada lokasi yang berada di area IUP/HGU.

Angin Kencang Jadi Tantangan

Penanganan karhutla di Kalsel masih menghadapi sejumlah kendala.

BNPB mencatat angin kencang dapat mempercepat perluasan api. Selain itu, akses menuju sejumlah titik api sulit, sumber air terbatas, dan terdapat titik api di wilayah pertambangan serta perkebunan yang tidak dapat dijangkau operasi water bombing.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoptimalkan operasi darat dan udara untuk mengendalikan karhutla.

Pengoperasian helikopter akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Sementara operasi modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan pemantauan potensi pertumbuhan awan hujan bersama BMKG.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar.

Apabila menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *