Proyek Jalan Cadas-Sepatan Rp5,47 Miliar Berjalan, Warga Harap Hasilnya Tahan Lama

oleh

Caption;Rekonstruksi Jalan Cadas-Sepatan-Jati Tangerang berjalan. Warga mendukung proyek dan meminta kualitas beton, pengawasan, serta pengerjaan sesuai spesifikasi.

TANGERANG, Fixsnews.co.id— Warga dan pengguna jalan mendukung rekonstruksi Jalan Cadas–Sepatan–Jati, Kabupaten Tangerang, namun meminta pengerjaan dilakukan maksimal agar hasilnya berkualitas dan tahan lama. Kemacetan akibat sistem buka-tutup selama pekerjaan berlangsung dinilai masih dapat dimaklumi selama proyek berjalan sesuai prosedur dan diawasi secara ketat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) saat ini mengerjakan proyek lanjutan rekonstruksi Jalan Cadas–Sepatan Segmen 1.

Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan kendaraan bertonase berat.

Berdasarkan data pengadaan, proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 itu memiliki pagu dan HPS sekitar Rp5,6 miliar.

Pekerjaan dilaksanakan CV Cakra Bangun Indoraya dengan nilai kontrak atau harga negosiasi Rp5.479.815.482,24.

Pantauan di lapangan pada Minggu (23/8/2026), sejumlah alat berat, termasuk ekskavator breaker, digunakan untuk membongkar konstruksi jalan lama di sejumlah titik, termasuk koridor Jalan Raya Mauk KM 11, Sepatan.

Setelah pembongkaran, jalan akan dikerjakan menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement.

Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup. Kondisi tersebut membuat perjalanan pengendara menjadi lebih lambat, terutama ketika volume kendaraan meningkat.

Namun, warga menilai kemacetan sementara masih dapat dimaklumi selama pekerjaan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan jalan yang berkualitas.

Budi, warga Sepatan yang ditemui di sekitar lokasi pekerjaan, mengatakan masyarakat pada dasarnya mendukung perbaikan jalan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat dibutuhkan karena ruas tersebut menjadi salah satu akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kalau sekarang macet karena buka-tutup, menurut saya wajar. Namanya juga sedang diperbaiki. Yang penting pengerjaannya benar, jangan terburu-buru dan hasilnya bagus,” ujar Budi saat ditemui di lokasi, Minggu (23/8/2026).

Ia berharap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut mendapat pengawasan secara serius sejak tahap awal hingga selesai.

Menurutnya, kualitas konstruksi harus menjadi perhatian utama agar jalan yang baru diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Budi juga berharap proses pengerjaan dilakukan sesuai prosedur teknis, termasuk pengujian terhadap material dan pembuatan benda uji di lapangan sebagaimana diperlukan dalam pekerjaan konstruksi beton.

“Kalau memang ada benda uji dan pengawasan kualitas, masyarakat tentu lebih tenang. Harapannya beton yang dipasang benar-benar sesuai mutu dan ketebalannya, sehingga tidak cepat rusak,” katanya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Firman, seorang pengendara sepeda motor yang ditemui media Fixsnews.co.id di lokasi.

Ia mengaku tidak keberatan harus menghadapi kemacetan sementara selama proses pembangunan berlangsung.

Menurut Firman, gangguan perjalanan selama beberapa bulan masih lebih baik dibandingkan harus kembali menghadapi jalan rusak setelah proyek selesai.

“Macet sementara tidak masalah. Kita juga tahu sedang ada pembangunan. Yang penting hasilnya jangan sebentar sudah rusak lagi,” kata Firman.

Ia mencontohkan kondisi jalan yang sebelumnya diperbaiki di sekitar Polsek Sepatan.

Menurut pengamatannya, pada bagian jalan tersebut sudah terlihat banyak retakan meski pekerjaan belum terlalu lama selesai.

“Jangan sampai seperti yang sebelumnya dekat Polsek Sepatan. Belum lama selesai, sudah banyak yang retak. Kami sebagai pengguna jalan tentu berharap yang sekarang ini kualitasnya lebih baik,” ujarnya.

Firman berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengawasan terhadap progres pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas material, proses pengecoran, ketebalan beton, hingga perawatan selama masa pelaksanaan sesuai ketentuan teknis.

“Ini uang APBD, berarti uang masyarakat juga. Jadi kami berharap dikerjakan maksimal supaya manfaatnya bisa dirasakan lama,” katanya.

Berdasarkan data teknis DBMSDA Kabupaten Tangerang, ruas Cadas–Sepatan–Jati memiliki total panjang 9,47 kilometer, dengan sekitar 3,43 kilometer di antaranya tercatat mengalami kerusakan.

Penanganan dengan konstruksi beton dilakukan sepanjang 2,225 kilometer dengan lebar yang bervariasi hingga 7 meter.

Pekerjaan tersebut terbagi dalam beberapa segmen, yakni Jati–Sepatan sepanjang 1.035 meter dengan lebar 7 meter, Cadas–Sepatan Segmen 2 sepanjang 747 meter dengan lebar 7 meter, serta Cadas–Sepatan Segmen 1 sepanjang 443 meter dengan lebar 8 meter.

Konstruksi direncanakan menggunakan beton dengan ketebalan 30 sentimeter dan mutu beton Fs 45 MPa.

Masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung selama 150 hari kalender, mulai 27 Juli hingga 23 Desember 2026.

Bagi masyarakat, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan yang kuat dan tahan lama diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas warga, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Karena itu, di tengah keluhan mengenai kemacetan sementara akibat sistem buka-tutup, warga berharap proses pembangunan tetap mengutamakan kualitas.

Pengawasan yang konsisten, pengujian mutu, serta pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi dinilai penting agar anggaran yang telah dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Warga pun berharap rekonstruksi Jalan Cadas–Sepatan–Jati dapat menjadi infrastruktur yang tidak hanya terlihat baru setelah selesai dikerjakan, tetapi juga mampu bertahan menghadapi beban lalu lintas dan kondisi jalan dalam waktu yang panjang.

(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *