Caption: PTPN Group meneken MoU dengan 11 mitra untuk mengembangkan 7.313 hektare ubi kayu di Lampung sebagai tahap awal menuju target 10.000 hektare.
LAMPUNG, Fixsnews.co.id— PTPN Group memperkuat pengembangan ekosistem hilirisasi ubi kayu di Lampung dengan menggandeng 11 mitra strategis. Tahap awal program tersebut mencakup rencana penanaman di lahan seluas 7.313 hektare dari target pengembangan 10.000 hektare.
Langkah tersebut ditujukan untuk membangun ekosistem ubi kayu terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026).
Ke-11 mitra tersebut berasal dari unsur perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan.
MoU ditandatangani Plt. Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto dan disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman.
Pengembangan lahan ubi kayu tersebut dilakukan secara bertahap.
Pada fase perdana, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare.
Sementara itu, sisa target lahan akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN Group membangun rantai nilai ubi kayu dari budidaya hingga pengolahan produk bernilai tambah.
Dorong Hilirisasi hingga Bioetanol
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, kolaborasi multipihak tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Menurut Denaldy, peran BUMN tidak hanya berorientasi pada pencapaian target fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa.
“Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi,” jelas Denaldy.
Di sektor hilir, PTPN Group mengarahkan pengolahan ubi kayu untuk menghasilkan produk bernilai tambah, termasuk pemanfaatannya sebagai bahan baku bioetanol.
Dengan pendekatan tersebut, ubi kayu diarahkan untuk mendukung dua kebutuhan sekaligus, yakni ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.
Denaldy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PTPN III sebagai holding, PTPN I, Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun rantai nilai yang inklusif.
PTPN I Siapkan Implementasi Program
Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan pihaknya siap menjalankan program secara bertahap.
Tahapan tersebut mencakup penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.
“Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” kata Arif.
Ia mengatakan kehadiran BUMN dalam program tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati korporasi, tetapi juga dirasakan masyarakat di tingkat tapak.
PTPN I juga menargetkan pengembangan program tersebut menjadi model agribisnis modern yang berkelanjutan.
Ke depan, ekosistem ubi kayu di Lampung akan diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan serta energi nasional.(Red)


















