Caption:Luapan Sungai Cisadane akibat hujan deras memicu status siaga banjir di Tangerang. Sirine Pintu Air 10 berbunyi, polisi mencatat 32 titik genangan.
TANGERANG, Fixsnews.co.id– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bogor dan Tangerang sejak Kamis (22/1/2026) menyebabkan debit Sungai Cisadane meningkat signifikan. Kondisi tersebut ditandai dengan berbunyinya sirine peringatan di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Tangerang, pada Jumat (23/1/2026) pagi, sebagai sinyal status waspada hingga darurat air.
Bunyinya sirine tersebut menandakan debit air Sungai Cisadane telah melampaui ambang batas normal dan berpotensi meningkatkan status siaga dari Siaga 3 hingga Siaga 1. Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi potensi banjir, khususnya di wilayah Neglasari, Teluknaga, Sepatan, dan Kosambi.
Seiring meningkatnya debit air, Polres Metro Tangerang Kota mencatat sedikitnya 32 titik banjir dan genangan air yang tersebar di wilayah hukumnya hingga Kamis (22/1/2026) pukul 23.00 WIB. Data tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si.
“Tercatat sebanyak 32 titik banjir dan genangan air tersebar di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota,” ujar Kombes Jauhari, Jumat (23/1/2026).
Genangan air terpantau merendam sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji, hingga Teluknaga. Ketinggian air yang bervariasi menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Sebagai langkah antisipasi dan penanganan bencana hidrometeorologi, Polres Metro Tangerang Kota mendirikan empat Posko Siaga Bencana. Posko tersebut berlokasi di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Benda, Kantor Satpol PP Kecamatan Teluknaga, serta Kampung Alar Indah, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.

Upaya penanganan dilakukan melalui evakuasi warga terdampak, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di titik rawan banjir, pembersihan pohon tumbang, serta patroli dan pengamanan rumah warga yang ditinggalkan. Aparat juga melakukan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Daerah, BPBD, PLN, dan stakeholder terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan dasar bagi warga terdampak turut dilakukan oleh puskesmas setempat untuk mengantisipasi risiko penyakit pascabanjir.
Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan situasi secara intensif dan akan menyampaikan perkembangan kondisi lapangan secara berkala setiap satu jam.
“Seluruh jajaran tetap siaga dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif,” tegasnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta segera melapor ke posko terdekat apabila membutuhkan bantuan darurat.(Ben)


















