Subandi Alihkan BPJS Mandiri ke PBI, Lansia di Sidoarjo Dapat Jaminan Kesehatan Gratis

oleh

Caption:Bupati Sidoarjo Subandi salurkan kursi roda, BPJS PBI, dan bansos Rp600 ribu per bulan kepada lansia dan disabilitas di Waru dan Sedati jelang Ramadan 2026.

Sidoarjo, Jatim | Fixsnews.co.id – Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung ke rumah warga lansia dan penyandang disabilitas di Kecamatan Waru dan Sedati, Minggu (22/2/2026). Bantuan kursi roda, pengalihan BPJS ke PBI, hingga bantuan sosial Rp600.000 per bulan disalurkan untuk memastikan perlindungan sosial menjelang Ramadan.

Kunjungan dilakukan sebagai langkah jemput bola agar warga prasejahtera tidak terlewat dari bantuan pemerintah daerah.

Kegiatan ini turut didampingi Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Sosial Mharta Wara Kusuma, serta jajaran Forkopimka setempat.

Salah satu penerima manfaat adalah Mursinto (68), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru. Ia menderita stroke dan hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama istri dan anaknya yang juga mengalami gangguan saraf.

Bantuan yang diberikan meliputi:

Bantuan Mobilitas: Penyerahan kursi roda untuk menunjang aktivitas harian.

Jaminan Kesehatan: Pengalihan BPJS Kesehatan dari jalur Mandiri ke Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBD.

Bantuan Finansial: Bantuan sosial Rp600.000 per bulan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Momentum Ramadan ini menjadi saat yang tepat untuk saling peduli. Kursi roda ini semoga membantu aktivitas sehari-hari, termasuk saat Lebaran nanti agar bisa tetap bersilaturahmi,” ujar Subandi.

Selain di Waru, bantuan juga diberikan kepada dua lansia lainnya.

Ibu Ginem (79), warga Desa Berbek, menerima kursi roda untuk memudahkan mobilisasi di rumah. Ia tinggal bersama anaknya yang juga sedang sakit.

Di Kecamatan Sedati, Ibu Dasimah (70), warga Desa Betro, juga menerima bantuan serupa. Pemkab akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi.

Bupati Subandi menegaskan kehadiran pemerintah di lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan memastikan tidak ada warga yang terabaikan.

Target perlindungan sosial 2026 yang ditekankan antara lain:

Memastikan seluruh warga kurang mampu ter-cover BPJS PBI.

Pendampingan sosial bagi keluarga yang merawat anggota keluarga sakit.

Peningkatan akurasi data warga penerima bantuan hingga tingkat desa.

“Kami hadir untuk memastikan warga yang sakit tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Ini tanggung jawab bersama agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *