Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA
KARTINI KINI
Wuzz..Wuzz
Semburan api dari mulut pak’ e
Cerahkan malam
Di padatnya lintas kendara
Lesehan di rumput jalan
Kehidupan urban berbagi peran
Hidupi keluarga
Andalkan ketrampilan
Keluarga reog
Simbok ada di setiap waktu
Temani nduk si buah hati
Belajar baca tulis di riuhnya asap jalanan
Habiskan malam
Beratap langit
Ditemani kicau burung
Diantara pendar bintang
Sapa cinta
Mengalir bak semilir bayu
Sejukkan kalbu
Jernihkan hati
Bugarkan raga
Mengais remah untuk makan
Hari ini bertahan hidup
Kartini ibu segala jaman
Cahya dijaga
Bawa kemana suka
Percaya rejeki akan diberi Gusti
Kala terluka
Di hangatnya pelukan ibu
Terlelap
Putri bermimpi jumpa bidadari
Menari riang
Rembulanpun tersenyum
Bersama anak
Sang ibu berkelana di kota
Di gerobak rumah berjalan
Di perempatan bersihkan kaca
Wali negri
Pamer diri
Sensasi
Elegi ibu pertiwi
Kartini kini
Dapur asal ngebul
Berjuang sendiri di jalan sunyi
Kobarkan asa
Teruslah api menyala
Bintaro210426
kareldhs_dr.k💐🥋🇮🇩
Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA: Menyentuh Hati dan Jiwa Lewat Puisi
Jakarta – Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia medis. Namun, di balik profesinya yang sarat tanggung jawab itu, ia juga memiliki sisi lain yang tak kalah menginspirasi, seorang penyair yang menulis dari hati.
Karel Dourman mampu memadukan ketelitian ilmiah seorang dokter dengan kelembutan rasa seorang seniman. Dalam setiap puisinya, ia menuturkan kisah kehidupan, perjuangan, cinta, dan kemanusiaan — semuanya berangkat dari pengalaman nyata di dunia kesehatan.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutur dr. Karel Dourman dengan penuh keyakinan.
Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020, banyak tenaga kesehatan harus berjuang di garis depan. Namun, di tengah kesibukan dan tekanan besar itu, dr. Karel Dourman tetap menyalurkan kecintaannya terhadap dunia sastra.
Ia berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Refleksi Diri, sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan harapan di masa pandemi.
“Pandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru. Saya tidak pernah merasa lelah maupun frustasi karena menulis adalah bekerja untuk keabadian, ” ungkap dr. Karel Dourman Hotman Saragih, Sp.PD, Sp.JP, FIHA saat ditemui Fixsnews.co.id, Minggu (17/4/2022).
Bagi Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.
Melalui karya puisinya, ia menunjukkan bahwa dokter pun bisa menyentuh hati banyak orang tidak hanya dengan stetoskop, tetapi juga lewat kata-kata.
“Puisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,” ujarnya penuh makna.
Karya-karya dr. Karel Dourman menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan seni, menunjukkan bahwa keduanya dapat berpadu untuk memperkaya kehidupan manusia. Ia bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa melalui kekuatan sastra.
Dedikasi dan kreativitasnya membuktikan bahwa dokter pun bisa menjadi seniman, dan bahwa kata-kata bisa menjadi obat bagi penulisnya maupun pembacanya.(Ben)


















