Syair Puitis Dokter Karel Dourman Saragih,SEJENAK

oleh

Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA

 

              SEJENAK

Di kepenatan perjalanan panjang
Kesumukan cuaca
Kegerahan nusantara

Berhenti sejenak di pelabuhan cinta

Air jernih danau
Pasir putih
Burung riang terbang mengawan
Tertiup bayu
Pohon pantai melambai
Tatap langit biru

Berkisah
Tentang kasih suci Ilahi
Serta arti kesetiaan dan pengorbanan diri
Sebagai bentuk ketaatan pada Gusti

Hidup bukan hanya tentang apa dimiliki
Tidak pula tentang ketenaran sanjung puja
Apalagi kegagahan dan kesintalan yang dipunya orang muda

Tetapi tentang berbagi
Tanda ucapan syukur
Keberadaan

Sebagai musafir di dunia
Amanah

Harta itu fana
Sementara
Butuh hati terbuka
Peduli
Empati

Pikiran baik ditelisik
Tangan ramah membantu
Pundak lebar sandaran untuk beban berat

Senyum tulus pun kala orang sesaat jumpa
Tatapan menyejukkan
Tutur kata meneduhkan

Boleh jadi kita belum punya semua
Hanya ikhtiar sahaja
Semata

Kini tiba waktunya
Berawal berkurban
Kata sederhana sarat makna

Selamat hari raya kurban

Bintaro270526
Iduladha1447H
kareldhs_dr.k💐🥋🇲🇨

 

 

 

Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA: Menyentuh Hati dan Jiwa Lewat Puisi

 

Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia medis. Namun, di balik profesinya yang sarat tanggung jawab itu, ia juga memiliki sisi lain yang tak kalah menginspirasi, seorang penyair yang menulis dari hati.

Karel Dourman mampu memadukan ketelitian ilmiah seorang dokter dengan kelembutan rasa seorang seniman. Dalam setiap puisinya, ia menuturkan kisah kehidupan, perjuangan, cinta, dan kemanusiaan — semuanya berangkat dari pengalaman nyata di dunia kesehatan.

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutur dr. Karel Dourman dengan penuh keyakinan.

Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020, banyak tenaga kesehatan harus berjuang di garis depan. Namun, di tengah kesibukan dan tekanan besar itu, dr. Karel Dourman tetap menyalurkan kecintaannya terhadap dunia sastra.

Ia berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Refleksi Diri, sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan harapan di masa pandemi.

“Pandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru. Saya tidak pernah merasa lelah maupun frustasi karena menulis adalah bekerja untuk keabadian, ” ungkap dr. Karel Dourman Hotman Saragih, Sp.PD, Sp.JP, FIHA saat ditemui Fixsnews.co.id, Minggu (17/4/2022).

Bagi Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.

Melalui karya puisinya, ia menunjukkan bahwa dokter pun bisa menyentuh hati banyak orang tidak hanya dengan stetoskop, tetapi juga lewat kata-kata.

“Puisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,” ujarnya penuh makna.

Karya-karya dr. Karel Dourman menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan seni, menunjukkan bahwa keduanya dapat berpadu untuk memperkaya kehidupan manusia. Ia bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa melalui kekuatan sastra.

Dedikasi dan kreativitasnya membuktikan bahwa dokter pun bisa menjadi seniman, dan bahwa kata-kata bisa menjadi obat  bagi penulisnya maupun pembacanya.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *