Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA
RUANG SUNYI
Muda belia ceria penuh cita Cinta
Pada profesi yang ditekuni digeluti hingga sarjana
Meringis
Berujung tragis
Terbujur kaku di ICU
Beku
Habiskan malam dingin di bangsal bermandi Kuman Mycobacterium TBC
Pagi siang malam kembali lagi pagi
Berjuang sendiri
Terpapar terkapar
Ambruk
Dokter dianggap robot
Berargumen bahwa setelah sarjana masih butuh pembekalan
Padahal sejak di Rumah sakit pendidikan ilmu dan disiplin telah diberi
Mumpuni
Negri tanpa kepastian
Segala peraturan jadi sulit dan rumit
Direnggut maut
Bukan karena perang
Tetapi menyerah pada kondisi
Tekanan psikologi
Keluarga kerabat sobat kehilangan bunga bangsa
Nelangsa
Dokter juga manusia
Butuh istirahat gizi dan jam kerja
Punya kewajiban tetapi juga hak
Sesuai tuntutan profesi
Konsentrasi
Stamina
Bak sekoci berlayar sendiri
Kapal dan nakhoda
Hanya menatap
Nir-empati
Ia diburu tenggelam
Padam
Sekoci lain masih antri
Cahya bintang itu meredup
Dan Rembulanpun berlinang
Bintaro030526
kareldhs_dr.k💐🥋🇮🇩
Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA: Menyentuh Hati dan Jiwa Lewat Puisi
Jakarta, Fixsnews.co.id– Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia medis. Namun, di balik profesinya yang sarat tanggung jawab itu, ia juga memiliki sisi lain yang tak kalah menginspirasi, seorang penyair yang menulis dari hati.
Karel Dourman mampu memadukan ketelitian ilmiah seorang dokter dengan kelembutan rasa seorang seniman. Dalam setiap puisinya, ia menuturkan kisah kehidupan, perjuangan, cinta, dan kemanusiaan, semuanya berangkat dari pengalaman nyata di dunia kesehatan.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutur dr. Karel Dourman dengan penuh keyakinan.
Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020, banyak tenaga kesehatan harus berjuang di garis depan. Namun, di tengah kesibukan dan tekanan besar itu, dr. Karel Dourman tetap menyalurkan kecintaannya terhadap dunia sastra.
Ia berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Refleksi Diri, sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan harapan di masa pandemi.
“Pandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru. Saya tidak pernah merasa lelah maupun frustasi karena menulis adalah bekerja untuk keabadian, ” ungkap dr. Karel Dourman Hotman Saragih, Sp.PD, Sp.JP, FIHA saat ditemui Fixsnews.co.id, Minggu (17/4/2022).
Bagi Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.
Melalui karya puisinya, ia menunjukkan bahwa dokter pun bisa menyentuh hati banyak orang tidak hanya dengan stetoskop, tetapi juga lewat kata-kata.
“Puisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,” ujarnya penuh makna.
Karya-karya dr. Karel Dourman menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan seni, menunjukkan bahwa keduanya dapat berpadu untuk memperkaya kehidupan manusia. Ia bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa melalui kekuatan sastra.
Dedikasi dan kreativitasnya membuktikan bahwa dokter pun bisa menjadi seniman, dan bahwa kata-kata bisa menjadi obat — bagi penulisnya maupun pembacanya.(Ben)


















