Warga Ciledug Belum Terlayani Air Bersih, Program Diskon PDAM 81 Persen Dipertanyakan

oleh

Caption:Warga Ciledug, Kota Tangerang, mengeluhkan belum terjangkau jaringan air bersih Perumda Tirta Benteng dan meminta pemerintah memperluas layanan.

TANGERANG, Fixsnews.co.id— Di tengah semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah warga Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, masih mengeluhkan belum tersedianya akses layanan air bersih dari Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga mengibaratkan mereka belum sepenuhnya “merdeka”, lantaran kebutuhan dasar berupa air bersih belum dapat dinikmati melalui jaringan perpipaan Perumda Tirta Benteng di wilayah mereka.

Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang berdiri pada 1995. Pendirian awal perusahaan tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang Nomor 33 Tahun 1995 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Namun, setelah puluhan tahun berdiri, warga Ciledug masih mempertanyakan pemerataan cakupan pelayanan air bersih.

Menurut warga, sejumlah wilayah lain di Kota Tangerang telah mendapatkan layanan air bersih. Sementara itu, masyarakat di Ciledug masih memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui sumber air alternatif secara mandiri.

“Buat apa ada program pemasangan baru dan diskon besar kalau di wilayah kami jaringan airnya belum masuk? Kami juga ingin merasakan layanan air bersih seperti warga di wilayah lain,” ujar seorang warga Ciledug, Adi, kepada Fixsnews.co.id, Jumat (14/8/2026).

Keresahan warga semakin terasa ketika Perumda Tirta Benteng menghadirkan program Edisi Kemerdekaan berupa diskon 81 persen untuk pemasangan sambungan langganan baru.

Dalam program tersebut, biaya pemasangan yang sebelumnya Rp1.250.000 menjadi Rp237.500. Setelah pembayaran, sambungan disebut dapat dipasang dalam waktu tujuh hari.

Bagi masyarakat yang masih merasa keberatan, tersedia pula opsi proses cicilan.

Program tersebut mendapat perhatian warga Ciledug. Namun, persoalan utama yang mereka soroti bukan besarnya potongan biaya, melainkan belum masuknya jaringan layanan air bersih Perumda Tirta Benteng ke wilayah mereka.

Bagi warga, diskon pemasangan sambungan baru tentu akan membantu jika jaringan air bersih sudah tersedia di lingkungan mereka.

Namun, ketika jaringan belum masuk ke wilayah Ciledug, program tersebut dinilai belum menjawab persoalan yang selama ini mereka keluhkan.

“Katanya ada diskon 81 persen untuk pemasangan sambungan baru. Kami tentu senang kalau memang bisa menikmati. Tapi masalahnya, jaringan airnya belum masuk ke wilayah kami. Jadi kami harus bagaimana? Kami juga ingin merasakan kemerdekaan dalam mendapatkan air bersih, apalagi di musim kemarau ini air mulai kecil,” keluh warga lainnya, Roni.

Roni berharap persoalan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Wali Kota Tangerang.

Warga meminta pemerintah tidak hanya memperluas program bagi wilayah yang jaringan airnya sudah tersedia, tetapi juga memastikan kawasan yang belum terjangkau mendapatkan prioritas dalam pengembangan jaringan.

Ketua RT Dr. Rahmat Iqbal, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, usulan akses air bersih dari PDAM selalu dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Apalagi sudah pernah dilakukan pendataan bagi warga untuk layanan air bersih di wilayah kami. Kami kira pada saat itu akan segera terealisasi layanan air bersih, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada,” katanya.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dapat diakses secara adil oleh masyarakat tanpa melihat wilayah tempat tinggal.

“Jangan sampai kami hanya mendengar program diskon sambungan, tetapi jaringan pipanya belum sampai ke rumah-rumah kami. Kami meminta Pak Wali Kota memperhatikan Ciledug dan membantu agar jaringan air bersih segera masuk,” kata Rahmat.

Tokoh Masyarakat Soroti Ketergantungan Air Tanah

Tokoh masyarakat Kecamatan Ciledug yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., mengatakan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi refleksi bahwa Ciledug juga perlu terbebas dari persoalan akses air bersih.

“Sebagai bagian dari masyarakat Ciledug, saya memandang bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum refleksi bahwa Ciledug juga harus merdeka dari krisis air bersih,” ujar Suripto saat ditemui Fixsnews.co.id dalam kegiatan semarak HUT RI berupa turnamen catur RW 10, Jumat (14/8/2026).

Menurut Suripto, air bersih bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi bagian fundamental dari kualitas hidup dan keberlanjutan suatu wilayah.

Karena itu, masyarakat Ciledug dinilai sudah semestinya memperoleh pelayanan air bersih yang memadai, terjangkau, aman, dan berkelanjutan.

Suripto berharap PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang segera hadir dan memperluas pelayanan kepada masyarakat Ciledug yang hingga saat ini belum memperoleh akses jaringan air bersih secara optimal.

“Kehadiran layanan perpipaan bukan hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan air masyarakat hari ini, tetapi juga merupakan investasi ekologis dan sosial untuk masa depan Kota Tangerang,” katanya.

Ia juga menyoroti ketergantungan masyarakat terhadap air tanah sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air.

Menurutnya, pengambilan air tanah secara berlebihan dan dalam jangka panjang berpotensi menurunkan muka air tanah, meningkatkan kerentanan lingkungan, serta mengancam keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang.

Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, pemenuhan kebutuhan air masyarakat, kata dia, perlu dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.

“Karena itu, saya kira sudah saatnya persoalan air bersih di Ciledug ditempatkan sebagai agenda prioritas pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mendorong Pemerintah Kota Tangerang bersama PDAM melakukan pemetaan wilayah yang belum terlayani, mempercepat pengembangan jaringan perpipaan, serta menyampaikan peta jalan yang jelas dan transparan kepada masyarakat.

“ Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga ketika masyarakat dapat hidup sehat, memperoleh pelayanan dasar secara adil, dan memiliki akses terhadap sumber daya yang menopang kehidupan,” katanya.

Suripto menilai persoalan air bersih di Ciledug tidak seharusnya terus berlarut.

“Maka, Ciledug harus merdeka dari krisis air. Jangan sampai masyarakat yang hidup di tengah perkembangan perkotaan justru masih menghadapi persoalan mendasar berupa akses air bersih. Saatnya negara hadir, pemerintah daerah hadir, dan pelayanan publik benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, penyediaan air bersih bagi masyarakat Ciledug bukan hanya menyelesaikan kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari investasi keberlanjutan bagi generasi mendatang.

 

Fixsnews.co.id telah menyampaikan konfirmasi kepada Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Dodi, mengenai keresahan warga Ciledug dan belum masuknya layanan air bersih ke wilayah tersebut.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari Dodi saat dihubungi pada Jumat (14/8/2026).(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *