Caption: Sensus Ekonomi 2026 di Haranggaol mulai berjalan. BPS mengimbau masyarakat membuka pintu bagi petugas resmi karena data dijamin 100 persen rahasia dan menjadi dasar kebijakan pembangunan.
SIMALUNGUN – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Haranggaol telah dimulai. Sejak 15 Juni 2026, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) turun ke lapangan untuk mendata berbagai kegiatan ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Pengawas/Pemeriksa Lapangan BPS, Soemardi Sinaga, mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus yang datang dari rumah ke rumah. Menurutnya, seluruh petugas telah dibekali identitas resmi dari BPS.
“Sesuai instruksi dari Bapak Kepala BPS, Barryanto Pelawi, melalui Bapak Johannes Sagala, kami hanya membutuhkan waktu dari Bapak dan Ibu. Namun dampaknya bisa menjadi dasar kemajuan Haranggaol hingga 10 tahun ke depan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat,” kata Soemardi, Minggu (5/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Informasi yang diberikan masyarakat tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Kami tidak menanyakan utang ataupun pajak. Kami hanya mendata kegiatan usaha agar pemerintah mengetahui kebutuhan riil masyarakat Haranggaol,” ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 telah berlangsung sejak 15 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada akhir bulan. Selanjutnya, Badan Pusat Statistik akan melakukan tahap pengecekan atau verifikasi pada Agustus 2026.
Selama pelaksanaan sensus, para petugas di seluruh Kabupaten Simalungun akan mendatangi rumah-rumah warga untuk mencatat kondisi kegiatan ekonomi masyarakat berdasarkan fakta di lapangan.
BPS mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dengan memberikan jawaban yang benar kepada petugas resmi agar data yang dihasilkan akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi di masa mendatang.(Fc)


















