Caption:Studi NTT DATA mengungkap hanya 14% perusahaan yang berhasil mengoptimalkan cloud untuk AI. Kesenjangan investasi dan sistem legacy jadi hambatan utama.
Jakarta, Fixsnews.co.id-Laporan terbaru NTT DATA mengungkap hanya 14 persen perusahaan global yang berhasil mencapai tingkat kematangan cloud tertinggi untuk mendukung adopsi kecerdasan buatan (AI), meski kebutuhan terus meningkat.
Riset yang melibatkan lebih dari 2.300 eksekutif di 33 negara ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ambisi AI dan kesiapan infrastruktur cloud.
Sebanyak 99 persen perusahaan menyatakan AI meningkatkan kebutuhan investasi cloud. Namun, 88 persen justru menilai investasi saat ini belum cukup dan berisiko menghambat inisiatif AI.
Kondisi ini mencerminkan paradoks dalam transformasi digital. Cloud kini tidak lagi sekadar infrastruktur, tetapi menjadi fondasi utama operasional AI.
Kurang dari separuh perusahaan juga mengaku puas terhadap dampak cloud maupun progres modernisasi yang telah dilakukan.
Masalah utama masih berasal dari sistem lama atau legacy. Sekitar 50 persen responden menyebut aplikasi dan data lama menjadi penghambat inovasi.
Modernisasi pun menjadi prioritas utama dalam dua tahun ke depan.
Perusahaan yang telah mencapai tahap “cloud evolved” atau cloud leaders terbukti lebih unggul dalam memanfaatkan AI dan mendorong kinerja bisnis.
Presiden Global Cloud and Security NTT DATA, Charlie Li, menyebut perusahaan yang gagal memperkuat fondasi cloud berisiko menghambat nilai investasi AI.
“Cloud kini menjadi lapisan eksekusi AI, bukan sekadar teknologi pendukung,” ujarnya.
Laporan ini juga menyoroti meningkatnya kompleksitas ekosistem teknologi, termasuk penggunaan multi-cloud seperti public, private, hybrid, hingga sovereign cloud.
Di sisi lain, lebih dari separuh organisasi masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan biaya cloud.
Pendekatan berbasis platform diprediksi akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Keamanan juga menjadi perhatian utama. Meski menjadi prioritas investasi, tingkat kepercayaan terhadap keamanan cloud masih belum merata.
Sebanyak 68 persen pemimpin perusahaan merasa sangat yakin terhadap keamanan, sementara sisanya masih ragu.
NTT DATA menegaskan bahwa penguatan fondasi, termasuk tata kelola dan audit rutin, menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas teknologi saat ini.
Ke depan, keberhasilan strategi AI akan sangat bergantung pada kesiapan cloud yang matang, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai bisnis.(red)


















