Caption: Bank Mandiri Taspen optimistis menjaga pertumbuhan bisnis semester II 2026 melalui penguatan kualitas aset, digitalisasi, dana murah (CASA), serta pengembangan aplikasi Movin dengan target menjadi bank KBMI III pada 2028.
Jakarta, Fixsnews.co.id – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan pada semester II 2026. Perseroan memperkuat kualitas aset, meningkatkan dana murah (CASA), mempercepat transformasi digital, serta menyiapkan pengembangan aplikasi Movin sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika industri perbankan.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, mengatakan tantangan industri perbankan saat ini tidak hanya berasal dari tingginya suku bunga dan ketatnya kompetisi likuiditas, tetapi juga perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital.
Menurut Panji, keberhasilan bank saat ini tidak lagi ditentukan oleh laju pertumbuhan bisnis semata, melainkan kemampuan menjaga keseimbangan antara profitabilitas, kualitas aset, efisiensi operasional, serta adaptasi terhadap perubahan.
“Semester kedua tahun ini bukan lagi soal siapa yang tumbuh paling cepat, tetapi siapa yang paling tangguh dalam menghadapi dinamika pasar. Karena itu kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui kualitas aset yang sehat, penguatan dana murah (CASA), serta peningkatan kontribusi fee based income berbasis transaksi digital,” ujar Panji.
Sebagai bank yang fokus pada segmen pensiunan, Bank Mandiri Taspen melihat peluang besar dari berkembangnya Silver Economy, yakni meningkatnya populasi masyarakat lanjut usia yang tetap aktif, sehat, dan produktif.
Untuk menangkap peluang tersebut, perseroan tidak hanya memperkuat bisnis pembiayaan pensiunan, tetapi juga memperluas pembiayaan bagi komunitas wirausaha senior, ekosistem payroll, hingga pelaku UMKM produktif yang dikelola para purnabakti.
Dalam menjaga kualitas pertumbuhan kredit, Bank Mandiri Taspen memperkuat sistem mitigasi risiko melalui digitalisasi proses underwriting berbasis data analytics, pemantauan portofolio secara real time, serta penerapan early warning system guna menjaga kualitas aset tetap sehat.
Di sisi transformasi digital, perseroan terus mengembangkan aplikasi Movin sebagai pusat layanan keuangan digital yang mengedepankan kemudahan, keamanan, dan pengalaman pengguna. Digitalisasi juga diterapkan pada proses internal perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas.
Ke depan, Movin dipersiapkan menjadi one-stop financial application dengan menghadirkan berbagai layanan transaksi digital, pembayaran, investasi, hingga wealth management.
Salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah fitur investasi emas yang akan melengkapi ekosistem layanan keuangan digital Bank Mandiri Taspen.
“Fitur investasi emas merupakan bagian dari roadmap kami menjadikan Movin sebagai one-stop financial application. Kami ingin menghadirkan layanan keuangan yang semakin lengkap, aman, dan mudah diakses seluruh nasabah,” kata Panji.
Dalam jangka panjang, Bank Mandiri Taspen menargetkan naik menjadi bank kategori KBMI III pada 2028. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan permodalan, peningkatan skala bisnis, percepatan transformasi digital, serta pengembangan Senior Citizen Financial Ecosystem sebagai diferensiasi utama perusahaan.
Menurut Panji, pencapaian status KBMI III bukan sekadar peningkatan kategori bank, tetapi menjadi fondasi untuk memperluas pembiayaan sektor produktif, mempercepat inovasi digital, memperluas akses layanan keuangan, sekaligus memperkuat ekosistem Silver Economy di Indonesia.
Bank Mandiri Taspen juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan layanan keuangan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah senior, sejalan dengan visi menjadi pemimpin ekosistem keuangan bagi segmen tersebut.(Red)


















