Tinawati Andra Soni Tinjau Pengungsi Kebakaran TPA Jatiwaringin, Berikan Trauma Healing dan Bantuan

oleh

Caption: Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang serta mengajak masyarakat mengelola sampah dari rumah.

TANGERANG,Fixsnews.co.id– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/7/2026). Bantuan diberikan kepada warga terdampak langsung maupun petugas yang menangani kebakaran, sekaligus disertai edukasi pentingnya pengelolaan sampah dari rumah.

Tinawati berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Ia mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah organik dan nonorganik serta mendaur ulang sampah sebagai bagian dari upaya mengurangi persoalan lingkungan.

“Memilah sampah organik dan nonorganik. Mendaur ulang sampah,” kata Tinawati.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, kebutuhan dapur umum yang diperkirakan mencukupi hingga tiga hari, permainan anak-anak, makanan ringan, alat tulis, serta berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak.

Selain menyerahkan bantuan, Tinawati meninjau lokasi pengungsian dan memberikan kegiatan trauma healing kepada masyarakat, terutama anak-anak. Ia mengimbau warga tetap sabar dan tabah menghadapi musibah tersebut.

“Semoga musibah kebakaran tersebut tertangani,” ujarnya.

Menurut Tinawati, kebakaran TPA Jatiwaringin tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran untuk sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas.

“Segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya,” katanya.

Tinawati menegaskan TP PKK Provinsi Banten berkomitmen mendukung penanganan persoalan sampah sekaligus memberikan perhatian kepada keluarga, perempuan, dan anak-anak yang terdampak dalam situasi darurat.

“Kami juga berharap ini juga dapat bisa ditangani sepenuhnya oleh pemerintah, kemudian masyarakat juga bisa beraktivitas kembali secara normal, aman, nyaman, dan sehat,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Yang terpenting adalah tidak membuang sampah sembarangan. Jadi, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari keluarga, dan dimulai dari rumah tangga masing-masing,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Irmawati Maesyal Rasyid, turut memberikan trauma healing kepada para pengungsi. Ia meminta warga tetap berada di lokasi pengungsian hingga kondisi dinyatakan aman.

“Jangan pulang dulu ke rumah sebelum situasi kondusif,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Tangerang, hingga Selasa (7/7/2026) pukul 09.00 WIB, jumlah pengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, mencapai 198 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 52 anak-anak, 20 balita, 120 orang dewasa, lima lansia, dan satu penyandang disabilitas.

Salah seorang pengungsi, Suharti (61), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan TP PKK Provinsi Banten. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat di tengah kondisi darurat.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan,” katanya.(Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *