Caption: MTQ XXIII Provinsi Banten 2026 resmi dibuka di KP3B Kota Serang. Sebanyak 477 peserta dari delapan kabupaten/kota bersaing pada 10 cabang lomba untuk memperebutkan tiket menuju MTQ Nasional.
SERANG, Fixsnews.co.id– Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (6/7/2026) malam. Sebanyak 477 peserta dari delapan kabupaten/kota mengikuti ajang yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 untuk memperebutkan kesempatan mewakili Banten pada MTQ Nasional.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan berkompetisi pada 10 cabang musabaqah yang digelar di 14 venue di kawasan KP3B. Cabang yang diperlombakan meliputi seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, seni kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hafalan hadits, hingga qira’at al-kutub.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi proses pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang berprestasi.
Menurut Deden, para juara MTQ Provinsi Banten akan dipersiapkan secara khusus sebelum mengikuti MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada September 2026.
“Kami akan melakukan pembekalan secara berkelanjutan agar para juara lebih siap menghadapi MTQ Nasional,” kata Deden.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten menargetkan peningkatan prestasi pada tingkat nasional. Setelah pada penyelenggaraan sebelumnya berada di peringkat belasan, Banten kini menargetkan mampu menembus lima besar nasional.
“Target kami bisa masuk lima besar nasional,” ujarnya.
Deden juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai wadah menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga nama baik daerah.
“Hasil terbaik peserta akan menjadi kebanggaan bagi diri sendiri maupun Provinsi Banten,” katanya.
MTQ XXIII Provinsi Banten diikuti 477 peserta yang berasal dari Kabupaten Pandeglang sebanyak 33 orang, Kabupaten Lebak 62 orang, Kabupaten Tangerang 66 orang, Kabupaten Serang 65 orang, Kota Tangerang 66 orang, Kota Cilegon 63 orang, Kota Serang 57 orang, dan Kota Tangerang Selatan 65 orang.
Proses penilaian dilakukan oleh 144 dewan hakim yang terdiri atas ulama, akademisi, dan pakar sesuai bidang masing-masing guna menjamin objektivitas serta profesionalisme selama perlombaan berlangsung.
Antusiasme masyarakat turut mewarnai pembukaan MTQ. Tokoh Agama Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Marsuta Zuhri, menilai pelaksanaan MTQ memberikan manfaat besar bagi pembinaan umat sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
“MTQ ini menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Selain aspek keagamaan, Marsuta menilai penyelenggaraan MTQ juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ramainya pengunjung dimanfaatkan para pelaku usaha kecil untuk berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Alhamdulillah para pedagang kecil ikut merasakan manfaat dari ramainya pelaksanaan MTQ,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan MTQ terus menjadi wadah melahirkan generasi Qurani yang unggul di berbagai bidang, mulai dari tilawah, qira’at, tafsir, hafalan Al-Qur’an hingga hafalan hadits.
“Insyaallah dari MTQ ini akan lahir generasi-generasi Al-Qur’an di Banten,” pungkasnya.(Ded)


















