Anak Tidak Sekolah di Tangerang Diverifikasi, Pemkot Siapkan Sekolah Gratis hingga PKBM

oleh

Caption; Pemkot Tangerang memperkuat penanganan anak tidak sekolah melalui verifikasi data, home visit, kolaborasi lintas sektor, dan akses pendidikan gratis.

TANGERANG,Fixsnews.co.id— Pemerintah Kota Tangerang memperkuat penanganan anak tidak sekolah melalui verifikasi data dan intervensi lintas sektor untuk memastikan anak tetap mendapatkan hak pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, langkah awal dilakukan dengan memastikan data anak tidak sekolah telah melalui proses verifikasi dan validasi.

Data pendidikan disinkronkan dengan pusat data pendidikan, kemudian diverifikasi berdasarkan nama dan alamat untuk mengetahui kondisi anak di lapangan secara lebih akurat.

“Pertama kita coba validasi data dengan pengaliran data pokok pendidikan. Kita coba sinkronisasi dengan pusat data pendidikan, kemudian kita bisa verifikasi by name by address. Ini sudah jalan dan terus update, sehingga intervensi sudah perlahan dilakukan sesuai data yang telah akurat,” ujar Wahyudi.

Penanganan anak tidak sekolah selanjutnya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemkot Tangerang melibatkan Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dukcapil, Diskominfo, DP3AP2KB hingga perangkat kewilayahan.

Wahyudi menjelaskan, kolaborasi diperlukan karena persoalan anak tidak sekolah memiliki latar belakang yang beragam. Selain faktor ekonomi, terdapat persoalan administrasi kependudukan dan rendahnya motivasi anak untuk melanjutkan pendidikan.

Untuk memastikan intervensi tepat sasaran, proses verifikasi juga diperkuat di tingkat wilayah.

Operator sekolah, kelurahan, dan kecamatan dilibatkan untuk mencocokkan data dengan kondisi anak yang sebenarnya di lapangan.

Dari sisi akses pendidikan, Pemkot Tangerang menyiapkan pendekatan home visit dengan melibatkan perangkat kewilayahan.

Melalui kunjungan langsung, pemerintah dapat memberikan edukasi kepada keluarga sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi anak dalam melanjutkan pendidikan.

“Melalui home visit, kita bisa melihat secara langsung kondisi anak dan keluarga, sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi untuk kembali mendapatkan akses pendidikan,” kata Wahyudi.

Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan berbagai program pendidikan untuk membuka kembali kesempatan belajar bagi anak.

Program tersebut mencakup sekolah gratis, Tangerang Cerdas, serta pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga memperkuat mutu pembelajaran.

Implementasi pembelajaran mendalam, pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta penguatan sekolah ramah anak menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Melalui langkah tersebut, Pemkot Tangerang terus memperkuat ekosistem Gampang Sekolah agar setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan intervensi berjalan berkelanjutan sekaligus mencegah munculnya persoalan serupa di kemudian hari,” tutupnya.(Awr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *