Caption;PLN SustainAction 2026 kembali dibuka gratis hingga 16 September melalui PLN Mobile untuk komunitas, akademisi, startup, pelaku usaha, dan masyarakat.
JAKARTA, Fixsnews.co.id— PT PLN (Persero) kembali menggelar PLN SustainAction 2026 dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menghadirkan inovasi serta solusi bagi tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pendaftaran PLN SustainAction 2026 dibuka gratis mulai 10 Agustus hingga 16 September 2026 melalui aplikasi PLN Mobile.
Kompetisi ini terbuka bagi komunitas, akademisi, startup, pelaku usaha, dan masyarakat yang memiliki gagasan maupun solusi berkelanjutan.
PLN SustainAction 2026 tidak hanya berfokus pada isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. Program ini juga mendorong terciptanya dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian melalui solusi yang relevan, aplikatif, dan kolaboratif.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN SustainAction menjadi bentuk dukungan PLN terhadap berbagai inisiatif positif yang berkembang di masyarakat.
“Melalui PLN SustainAction 2026, PLN ingin membuka ruang bagi komunitas dari berbagai daerah untuk membawa gagasan positif mereka lebih jauh. Inovasi dan praktik terbaik yang terpilih akan mendapatkan dukungan untuk diwujudkan di lapangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gregorius.
Lima Kategori PLN SustainAction 2026
Pada penyelenggaraan tahun ini, PLN SustainAction 2026 menghadirkan lima kategori inovasi.
Pertama, Climate Innovation, yang ditujukan bagi inovasi di bidang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Kedua, Sustainable Village, untuk penguatan ketahanan desa atau kawasan melalui pendekatan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Ketiga, Ecopreneur, yang berfokus pada model usaha ramah lingkungan berbasis ekonomi sirkular.
Keempat, Renewable Energy 3T, untuk memperluas akses energi bersih di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Kelima, Education for Impact, yang mendorong pengembangan pendidikan berkelanjutan.
Gregorius menjelaskan, inovasi yang didaftarkan harus merupakan karya orisinal yang setidaknya telah melalui tahap uji coba atau beta test dan masih membutuhkan dukungan untuk pengembangan lebih lanjut.
Inovasi juga diharapkan memiliki manfaat yang jelas, rencana pengembangan jangka panjang, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh inovasi yang masuk akan melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, penyisihan, semifinal, final hingga feasibility checking.
Peninjauan langsung ke lapangan juga dilakukan terhadap inovasi yang lolos ke tahap akhir untuk melihat kesiapan dan potensi pengembangannya.
“Untuk menjaga independesi penilaian, PLN melibatkan ahli dan praktisi di bidang keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan lingkungan,” tegas Gregorius.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan implementasi, pemenang dari setiap kategori akan mendapatkan pembinaan untuk merealisasikan inovasinya di lapangan.
Program ini juga memberikan perhatian terhadap kelompok lokal, masyarakat adat, dan kelompok rentan sebagai penerima manfaat. Langkah tersebut ditujukan agar inovasi yang dikembangkan dapat mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Gregorius mengajak masyarakat di seluruh Indonesia memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftarkan inovasi terbaik yang telah dikembangkan.
Setiap tim juga dapat mengajukan lebih dari satu inovasi melalui kanal pendaftaran resmi.
“Jangan ragu untuk mendaftarkan inovasi yang sudah dikembangkan. Kami ingin PLN SustainAction 2026 menjadi ruang bagi komunitas dari berbagai daerah untuk membawa gagasannya lebih jauh dan memberikan dampak yang lebih luas,” pungkas Gregorius.(Red)
















