(Gambar ilustrasi)
Caption: Warga Ciledug, Kota Tangerang, mengeluhkan belum meratanya akses jaringan air bersih Perumda Tirta Benteng dan meminta pemerintah memperluas layanan.
Tangerang, Fixsnews.co.id- Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini belum sepenuhnya dirasakan sejumlah warga Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Bagi warga Ciledug, Kota Tangerang, makna kemerdekaan tahun ini terasa belum lengkap.
Mereka merasa belum “merdeka” dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih, bukan karena tidak dapat menikmati suasana kemerdekaan, melainkan karena akses layanan air bersih melalui jaringan Perumda Tirta Benteng belum menjangkau wilayah mereka.
Harapan warga pun sederhana. Setelah lebih dari tiga dekade Perumda Tirta Benteng berdiri, mereka ingin jaringan air bersih benar-benar hadir dan dapat dinikmati di lingkungan tempat tinggal mereka.
Perumda Tirta Benteng berdiri sejak 1995. Artinya, pada 2026 ini perusahaan daerah tersebut telah berusia 31 tahun.
Namun, setelah lebih dari tiga dekade berdiri, sebagian warga di Kecamatan Ciledug mengaku belum mendapatkan akses layanan air bersih melalui jaringan perpipaan Perumda Tirta Benteng.
Bagi mereka, persoalannya bukan sekadar soal sambungan rumah.
Air bersih dibutuhkan setiap hari untuk minum, memasak, mandi dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Ketika jaringan belum tersedia, warga harus mencari sumber air alternatif secara mandiri.
Kondisi tersebut semakin dirasakan saat musim kemarau. Sejumlah warga mengaku sumber air yang mereka gunakan mulai mengalami penurunan debit.
Ketua RT Dr. Rahmat Iqbal S.Pd., M.Pd., mengatakan mengatakan persoalan akses air bersih bukan baru kali ini disampaikan. Menurutnya, persoalan jaringan air bersih telah berulang kali disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Dalam beberapa tahun terakhir, permohonan akses air bersih dari PDAM selalu menjadi salah satu usulan warga,” katanya.
Iqbal mengungkapkan bahwa warga bahkan sebelumnya telah didata terkait rencana layanan air bersih di wilayah tersebut.
Pendataan itu sempat membuat warga berharap jaringan air bersih segera terealisasi. Namun, hingga kini harapan tersebut belum terwujud.
“Apalagi sudah pernah dilakukan pendataan bagi warga untuk layanan air bersih di wilayah kami. Kami kira pada saat itu akan segera terealisasi layanan air bersih, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada,” katanya.
Iqbal menambahkan, setelah pendataan dilakukan, warga kerap menanyakan kepadanya mengenai kepastian pemasangan jaringan air bersih.
“Warga sering bertanya kepada saya, kapan kepastian pemasangan air bersih ini. Saya juga berharap ada kejelasan, karena warga sudah lama menunggu,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang memperhatikan wilayah Ciledug yang belum terjangkau jaringan perpipaan.
“Jangan sampai kami hanya mendengar program diskon sambungan, tetapi jaringan pipanya belum sampai ke rumah-rumah kami. Kami meminta Pak Wali Kota memperhatikan Ciledug dan membantu agar jaringan air bersih segera masuk,” kata Iqbal kepada Fixsnews.co.id, Jumat (14/8/2026).
Keluhan serupa disampaikan Roni, warga Ciledug.
Ia mengaku senang mendengar adanya program diskon pemasangan sambungan baru. Namun, menurutnya, program tersebut belum banyak berarti bagi warga yang wilayahnya belum memiliki jaringan.
“Katanya ada diskon 81 persen untuk pemasangan sambungan baru. Kami tentu senang kalau memang bisa menikmati. Tapi masalahnya, jaringan airnya belum masuk ke wilayah kami. Jadi kami harus bagaimana?” ujar Roni.
Roni mengatakan kebutuhan air bersih semakin terasa saat musim kemarau.
“Kami juga ingin merasakan kemerdekaan dalam mendapatkan air bersih karena selama ini kami menggunakan air sumur yang kuning, apalagi di musim kemarau ini air mulai kecil,” keluhnya.
Tokoh Masyarakat: Ciledug Harus “Merdeka” dari Krisis Air
Persoalan tersebut juga mendapat perhatian Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., tokoh masyarakat Kecamatan Ciledug yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Kota Tangerang Selatan.
Menurut Suripto, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI semestinya menjadi refleksi agar masyarakat Ciledug juga mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar secara layak.
“Sebagai bagian dari masyarakat Ciledug, saya memandang bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum refleksi bahwa Ciledug juga harus merdeka dari krisis air bersih,” kata Suripto saat ditemui Fixsnews.co.id dalam kegiatan semarak HUT RI berupa turnamen catur RW 10, Jumat (14/8/2026).
Ia menilai air bersih bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi bagian penting dari kualitas hidup dan keberlanjutan suatu wilayah.
Karena itu, ia berharap Perumda Tirta Benteng dapat memperluas pelayanan kepada masyarakat Ciledug yang belum memperoleh akses jaringan air bersih secara optimal.
Menurut Suripto, pembangunan jaringan perpipaan juga dapat menjadi bagian dari investasi sosial dan lingkungan untuk masa depan Kota Tangerang.
Jangan Terus Mengandalkan Air Tanah
Suripto juga menyoroti ketergantungan masyarakat terhadap air tanah ketika layanan perpipaan belum tersedia.
Menurutnya, penggunaan air tanah secara berlebihan dan dalam jangka panjang perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kondisi sumber daya air dan lingkungan.
“Kita tidak seharusnya terus-menerus mengandalkan air tanah sebagai solusi utama,” ujarnya.
Ia mendorong Pemerintah Kota Tangerang bersama Perumda Tirta Benteng melakukan pemetaan wilayah yang belum terlayani.
Selain itu, pengembangan jaringan perpipaan dinilai perlu dipercepat dengan disertai peta jalan yang jelas dan transparan kepada masyarakat.
“Karena itu, saya kira sudah saatnya persoalan air bersih di Ciledug ditempatkan sebagai agenda prioritas pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan,” kata Suripto.
Untuk memperoleh penjelasan dari pihak Perumda Tirta Benteng, Fixsnews.co.id telah menyampaikan konfirmasi kepada Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Dodi, terkait keresahan warga Ciledug, riwayat pendataan warga, serta belum masuknya layanan air bersih ke sejumlah wilayah tersebut.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, Dodi belum memberikan tanggapan.(Ben)

















