Syair Puitis Dokter Karel Dourman Saragih, JINGGA DI BATAS SENJA

oleh
Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA

 

JINGGA DI BATAS SENJA

Mentari kembali ke peraduan sepi
Kelebat sayap mengepak pulang sambut sandyakala

Berkabut awan mengiring mentari pergi
Seiring rasa menjelma indah
Cahya pendar cinta
Sisakan aura tanya

Agustusan tiba
Angka 81
Berkisah si tambun angka 8
Si kurus angka 1
Cerminan negri penuh kontradiksi
Ironi

Anak bangsa bertanya
Sudahkah punggawa punya kompas sama dengan The founding fathers
Kala Indonesia baru merdeka?

Pengamen jalanan parau dendangkan lagu sumbang perjuangan
Ibu gendong bayi di perempatan pengap
Lagu sunyi
Untuk sesuap nasi

Asa kian hilang ditelan gegap gempita pidato adipati Nirempati
Jauh panggang dari api
Apakah mereka pernah bercermin diri?

Hasrat terpendam
Ungkapan sinisme sarkasme
Sosmed
Ventilasi emosi
Membiasa

Jingga di batas senja

Kicauan jalak menggema
Mengisi ruang jalanan dan udara gersang
Suarakan merdeka hakiki
Bebas dari eksplotasi

Masihkah telinga mau mendengar?

Mega berselimut gelap
Dan malampun kian kelam

Jakarta100826
kareldhs_dr.k💐🥋🇮🇩

Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA: Menyentuh Hati dan Jiwa Lewat Puisi

 

Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia medis. Namun, di balik profesinya yang sarat tanggung jawab itu, ia juga memiliki sisi lain yang tak kalah menginspirasi, seorang penyair yang menulis dari hati.

Karel Dourman mampu memadukan ketelitian ilmiah seorang dokter dengan kelembutan rasa seorang seniman. Dalam setiap puisinya, ia menuturkan kisah kehidupan, perjuangan, cinta, dan kemanusiaan — semuanya berangkat dari pengalaman nyata di dunia kesehatan.

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutur dr. Karel Dourman dengan penuh keyakinan.

Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020, banyak tenaga kesehatan harus berjuang di garis depan. Namun, di tengah kesibukan dan tekanan besar itu, dr. Karel Dourman tetap menyalurkan kecintaannya terhadap dunia sastra.

Ia berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Refleksi Diri, sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan harapan di masa pandemi.

“Pandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru. Saya tidak pernah merasa lelah maupun frustasi karena menulis adalah bekerja untuk keabadian, ” ungkap dr. Karel Dourman Hotman Saragih, Sp.PD, Sp.JP, FIHA saat ditemui Fixsnews.co.id, Minggu (17/4/2022).

Bagi Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.

Melalui karya puisinya, ia menunjukkan bahwa dokter pun bisa menyentuh hati banyak orang tidak hanya dengan stetoskop, tetapi juga lewat kata-kata.

“Puisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,” ujarnya penuh makna.

Karya-karya dr. Karel Dourman menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan seni, menunjukkan bahwa keduanya dapat berpadu untuk memperkaya kehidupan manusia. Ia bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa melalui kekuatan sastra.

Dedikasi dan kreativitasnya membuktikan bahwa dokter pun bisa menjadi seniman, dan bahwa kata-kata bisa menjadi obat — bagi penulisnya maupun pembacanya.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *